Tuesday, November 23, 2010

Vivian Wheeler, Wanita Berjenggot Menemukan Putranya Setelah Terpisah Selama 33 Tahun

Setiap anak angkat ingin tahu siapa ibu kandungnya. Apakah ibunya seorang bintang film, penyanyi, model, atau mungkin seorang CEO perusahaan besar? Namun untuk Richard Lorenc, seperti apa ibu kandungnya, berakhir pada sebuah kenyataan bahwa ternyata ibu kandungnya adalah seorang wanita berjenggot yang sering menjadi tontonan bagi banyak orang. Apakah Richard Lorenc merasa malu menerima kenyataan itu?

Richard Lorenc, 33 tahun, selalu ingin tahu tentang keberadaan orang tua kandungnya, tapi hal itu belum bisa ia wujudkan secepatnya karena ia selalu sibuk menjalani hidup bersama dengan istri dan dua anak perempuannya. Setelah Lorenc mengalami cedera punggung, dokter banyak bertanya tentang riwayat kesehatan keluarganya, dan saat itulah Lorenc memutuskan bahwa sudah waktunya untuk mulai menggali apa yang selama ini ia ingin ketahui.

Pencarian dimulai pada musim semi lalu, ketika ia mengajukan permohonan bersama Departemen Sosial dan Pelayanan Rehabilitasi Kansas untuk menemukan orang tua kandungnya.

Enam minggu kemudian ia menerima surat dari departemen itu yang mengatakan bahwa identitas ibunya: Vivian Wheeler, 62 tahun.

Richard Lorenc menerima kabar bahwa ibunya dan nenek untuk anak-anaknya itu mengalami hipertrikosis, yang dikenal dengan sindrom werewolf dan memiliki wajah yang ditumbuhi rambut-rambut halus (jenggot) bahkan saat ia masih anak-anak. Lebih lanjut, surat itu juga menyatakan bahwa ibunya terlahir hermaprodit, yang memiliki organ reproduksi laki-laki dan perempuan.

Bulu-bulu halus di wajah Vivian Wheeler sudah ada saat ia lahir, seperti di bagian pipi dan dagu. Wheeler mengatakan ibunya ingin anak perempuan, dan dokter diperintahkan untuk mengangkat organ-organ tubuh laki-laki.

Wheeler mengakui, ayahnya sering dihina karena memiliki gadis kecil berjenggot, tetapi hal itu tidak mencegah dia memanfaatkan kondisinya. Dia mulai bekerja di pertunjukan-pertunjukan pada usia dini, menghasilkan uang untuk dibawa pulang ke keluarganya. Dan ia akan kembali ke rumah dan meraih pisau cukur.

"Ayah menyuruhku bercukur karena orang-orang tidak akan mengerti mengapa aku memiliki wajah berambut, dia bilang, 'itu yang kamu akan lakukan untuk bisa bergaul dengan masyarakat,'" kata Wheeler kepada AOL News.

Saat Vivian Wheeler tumbuh dewasa, ia kadang-kadang mencukur jenggotnya hanya untuk menenangkan orang-orang di lingkungan dimana ia tinggal. Wheeler berhenti mencukur jenggotnya pada tahun 1990 tidak lama setelah kematian ibunya.

"Aku membiarkannya tumbuh kembali menjadi diriku sendiri," katanya. "Tanpa jenggot, aku bukan aku, aku berpura-pura menjadi seseorang yang bukan aku."

Sejak itu, jenggotnya tumbuh hingga panjangnya mencapai 11 inci, yang membawa Wheeler bisa tampil di acara "Believe It or Not!"-nya Ripley dan masuk dalam buku Guinness World Records.

Menurut Wheeler, dokter yang memeriksa dirinya untuk Guinness World Records mengatakan Wheeler memiliki struktur tulang laki-laki, dengan setengah hormon di dalam tubuhnya adalah hormon laki-laki. Dokter pernah berpendapat bahwa mustahil baginya untuk melahirkan, tapi pendapat itu kemudian terpatahkan ketika dia hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki bernama Richard melalui operasi caesar pada tahun 1977.

Bagi Wheeler, seorang penganut Advent Hari Ketujuh, itu adalah keajaiban. Tapi dia mengatakan ayah dari bayinya adalah seorang operator karnaval yang dia temui di Nebraska, operator karnaval itu memisahkan Wheeler dengan bayinya segera setelah melahirkan.

Lorenc tidak mempelajari semua tentang ini hingga kemudian. Setelah mempelajari seputar kelahiran nama ibunya, ia berangkat untuk menemukannya. Dia mulai dengan melihat bagaimana wajah ibunya di Internet.

"Aku tahu itu dia segera setelah aku melihat gambar online," katanya. "Kami memiliki kemiripan."

Saat itu, Lorenc tidak tahu alamat sang ibu, tapi pencarian online-nya mengungkapkan ibunya memiliki latar belakang sebagai orang yang sering menjadi tontonan banyak orang (sideshow). Lorenc kemudian bertemu dengan beberapa anggota lain dari komunitas sideshow untuk membantu melacak keberadaan sang ibu.

Meskipun Lorenc berhasil menghubungi orang-orang yang pernah bekerja dengan Wheeler - salah satunya George, sang penyelenggara pertunjukan - tetapi mereka semua mengatakan telah kehilangan kontak dengan sang ibu.

Beberapa minggu setelah pencarian itu, Wheeler secara kebetulan muncul di taman lokal di mana seorang pria bernama McArthur melakukan aksi manipulasi api untuk merekam video musik.

Bagi Wheeler, itu adalah momen spiritual.

"Roh Kudus menyuruhku untuk pergi. Dia bilang, George punya sesuatu untuk diberitahukan kepadaku bahwa ada sesuatu yang sangat penting," jelasnya. "Aku berteriak padanya dari belakang, dan dia berbalik dan mengatakan kepadaku, anakku mencariku"

Dengan kontak informasi dan keberadaan Wheeler sudah di tangan, sudah saatnya Lorenc untuk memperkenalkan dirinya sendiri. Tentu saja, setelah 33 tahun, itu bukan tugas yang mudah. Jadi, ia meminta bantuan istrinya, Jessica, yang pertama kali menghubungi Wheeler dan mendengar Wheeler lewat speakerphone.

"Dia (Istrinya Lorenc) bilang dia mungkin akan menikah dengan putraku, Richard William Chambers Jr. - Itu adalah nama di akte kelahiran," kata Wheeler. "Dia (Lorenc) ingin mengetahui apakah aku ibunya. Aku bilang sama istrinya aku punya seorang putra bernama Richard William Chambers Jr".

Wheeler mengatakan hubungan yang tiba-tiba terjalin dengan anaknya adalah mukjizat lain.

"Aku bilang sama Tuhan, aku ingin tahu apakah anakku masih hidup dan apakah aku punya cucu. Kemudian, seperti menjentikkan jari anda, istrinya meneleponku," kata Wheeler.

Lorenc menelpon sendiri ibunya pada hari berikutnya. Masing-masing dari mereka ingin memverifikasi hubungan antara ibu dan anak itu. "Setelah hubungan itu, kami memiliki ide yang baik, kami berada pada kenyataan ibu dan anak," katanya. "Masih ada tes yang orang-orang ingin lakukan, seperti tes DNA, dimana aku sendiri baik-baik saja dengan itu."

Sebuah tes DNA akan membuktikan bahwa Lorenc sebenarnya Richard William Chambers Jr. lahir di Nebraska pada tahun 1977 - Richard William Chambers Jr. yang sama yang diambil oleh Richard Sr. segera setelah Wheeler melahirkan.

"Kami berada pada sebuah sebuah argumen, seperti kebanyakan orang, dan ia mengambil anakku dan menghilang dengan dia," kata Wheeler.

Wheeler mengatakan ia menghabiskan bertahun-tahun mencari anaknya tetapi tidak pernah dihubungi pihak berwenang seputar hilangnya anaknya itu. "Aku ingin percaya dia dengan ayahnya," katanya.

Namun ia sangat ingin anaknya kembali. Gangguan mental menyebabkan dia jatuh di atas panggung dalam salah satu pertunjukan sideshow-nya. Setelah gangguan saraf, katanya, dokter merekomendasikan ia berhenti memikirkan putranya atau dia akan kehilangan daya ingat sepenuhnya.

Tapi Wheeler berharap anaknya hidup bahagia dengan ayahnya jauh dari kasus ini.

"Aku ditemukan di sebuah motel di Atlanta, itu yang aku tahu tentang hidupku," kata Lorenc. "Saya mungkin berumur 3 tahun waktu itu."

Lorenc pindah ke panti asuhan sebelum ayahnya mendapatkan kembali hak asuh Lorenc dan pergi ke Kansas. Guru sekolahnya melihat tanda penyiksaan di tubuhnya, dan Richard muda kemudian dibawa dan menetap ke panti asuhan. Pada pukul 7, Lorenc diadopsi dan menjadi Richard Kevin Ryan. Ketika ia menikah, ia memakai nama keluarga istrinya, Lorenc.

Pada akhir Juni, Lorenc terbang sendirian ke Bakersfield selama dua hari hingga akhirnya bertemu dengan ibunya.

Dia menemukan ibunya tinggal di sebuah motel tua kota bagian industri yang diubah menjadi perumahan 8 petak bagi orang-orang yang mendapat Jaminan Sosial atau Jaminan Penghasilan Tambahan. Wheeler bertemu dengan konselor, mengambil kelas di kompleks tersebut dan tetap aktif dalam komunitas dengan gerejanya.

Wheeler dan Lorenc kemudian bertemu di sebuah apartemen milik salah satu teman Wheeler yang terletak di pinggir kota itu. Di sana, mereka mulai proses panjang berkenalan dan membahas masa lalu.

"Banyak pertanyaan-pertanyaanku yang dijawab," kata Lorenc. "aku pikir salah satu yang terbesar adalah keinginannya terpenuhi hari itu."

Sekarang Lorenc berharap ibu barunya itu berhubungan lebih dekat dengan keluarganya di Kansas. Wheeler menderita osteoporosis, tidak memiliki dokter primer dan membutuhkan kondisi kehidupan yang lebih baik.

"Dia tidak diberikan kesempatan untuk kami terima," kata Lorenc. "Dia tidak diberi pendidikan atau lingkungan yang sehat, dan itu kelihatan. Aku merasakan itu untuknya. Dan aku ingin dia tahu bahwa ada tempat untuknya di sini, di dekat kami di mana kami bisa memberikan dia hal-hal yang tidak pernah diberikan."

Wheeler kuatir tentang kehidupan keluarga putranya akan terganggu, tapi dia sedang mempertimbangkan pindah ke Oklahoma, tepat di dekat perbatasan Kansas, di mana kakek dan ibunya lahir. Di sana, ia berharap bisa belajar lebih lanjut seputar masa lalunya.

Sejak pertemuan mereka, Lorenc dan Wheeler telah melakukan percakapan setiap beberapa minggu dan berencana untuk bertemu lagi segera. Wheeler berharap pertemuan berikutnya mereka akan berada di "Maury." Dia berharap tuan rumah Maury Povich akan membantunya mendapatkan tes DNA untuk membuktikan Lorenc adalah anaknya.

"Aku ingin berbagi cerita, dan aku ingin tahu pasti apakah itu anakku," katanya. "Bahkan jika bukan, aku masih menyayanginya."

Adapun Lorenc, dia menerima seluruh situasi dan melihat ke depan untuk membangun ikatan yang lebih erat.

"Bahkan sampai aku dewasa, aku pikir ibuku adalah Grace Slick dari Jefferson Airplane, tapi itu hanya fantasi saya. Ini yang lebih baik," katanya.

"Apapun yang terjadi, aku ingin berada di sana bersamanya. Ini adalah petualangan besar. Ini cerita yang sulit dipercaya, dan aku hanya ingin berada di sana untuk berjuang bersamanya dan menghabiskan waktu bersamanya." (aolnews.com)

Anda juga bisa baca updatenya di AOLNews - DNA Results for Bearded Lady, Son to Be Unveiled. Sayangnya acara Maury Povich yang dibahas AOLNews tersebut tidak menampilkan hasil tes DNA melainkan nanti di episode mendatang.

No comments:

Post a Comment