Showing posts with label ELECTRICAL. Show all posts
Showing posts with label ELECTRICAL. Show all posts

Thursday, February 17, 2011

Operasi Paralel Generator

Operasi Paralel Generator | IMROEE - Dengan semakin bertambah beban, ada kencendrungan semakin bertambahnya satuan pembangkitan (generator) seperti diesel, yang berarti kapasitas dari generator yang telah dioperasikan secara paralel untuk memikul beban juga bertambah. Agar beban dapat dipikul secara merata, maka diperlukan interkoneksi antara generator dengan sistem kelistrikan yang ada.

Operasi Paralel Generator Sistem daya interkoneksi dimana beberapa generator Arus Bolak-Balik (AC) pada suatu unit pembangkit yang akan dioperasikan secara bersamaan untuk memikul beban memerlukan sinkronisasi yang tepat, tujuannya untuk kestabilan suatu sistem. Generator yang akan diparalelkan bisa disinkronisasi secara manual maupun otomatis.

Syarat-syarat melakukan sinkronisasi pada generator/Operasi Paralel Generator:

1. Harga sesaat untuk ggl kedua alternator harus sama besar, dan bertentangan arah. Atau harga tegangan efektif terminal alternator harus sama besar dan bertetangan arah dengan harga efektif tegangan jala-jala.
2. Frekuensi kedua alternator atau frekuensi alternator dengan jala-jala harus sama.
3. Fasa kedua alternator harus sama dan bertentangan setiap saat.
4. Urutan fasa kedua alternator harus sama.

Operasi paralel generator dengan lampu sinkronoskop
Misalkan suatu generator G akan diparalelkan dengan jala-jala. Mula-mula G diputar oleh penggerak mula mendekati putaran sinkronnya, lalu penguatan If diatur hingga tegangan terminal generator tersebut sama dengan tegangan jala-jala. Untuk mendekati frekuensi dan urutan fasa kedua tegangan (generator dan jala-jala) digunakan alat pendeteksi yang dalam gambar menggunakan lampu sinkronoskop. Benar tidakya hubungan paralel tadi, dapat dilihat dari lampu tersebut.

Jika rangkaian untuk paralel itu benar (urutan fasa sama), Lampu L1, L2, dan L3 akan hidup-mati dengan frekuensi fL – fG cycle. Sehingga apabila 3 lampu sedang tidak berkedip berarti fL = fG atau frekuensi tegangan generator dan jala-jala sudah sama.

Untuk mengetahui bahwa fasa kedua tegangan (generator dan jala-jala) sama dapat dilihat dari lampu L1, L2, dan L3 untuk hubungan seperti pada gambar Sikronisasi Generator dengan Jala-jala, L1 akan mati dan L2 dan L2, L3 akan menyala sama terang. Frekuensi tegangan generator diatur oleh penggerak mula sedangkan besar tegangan diatur oleh penguatan medan.

Sikronisasi Generator dengan Jala-jala
Jika rangkaian untuk paralel itu salah (urutan fasa tidak sama), lampu L1, L2, dan L3 akan hidup mati bergantian dengan frekuensi (fL + fG) cycle. Dalam hal ini dua buah fasa (sebarang) pada terminal generator harus kita pertukarkan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar Urutan fasa yang belum sama dan Urutan fasa yang sudah sama.

Urutan fasa yang belum sama
Urutan fasa yang sudah sama
R, S, dan T adalah urutan fasa tegangan jala-jala, sedangkan U, V, dan W adalah urutan fasa tegangan generator. Jika urutan kedua fasa sistem tegangan sama, lampu L1, L2, dan L3 akan mati bergantian dengan frekuensi fL – fG cycle. Saat memparalelkan adalah pada keadaan L1 mati sedangkan sedangkan L2, dan L3 menyala sama terang, dan keadaan ini berlangsung agak lama (yang berarti fL - fG sudah sangat dekat atau benar-benar sama). Dalam keadaan ini, posisi semua fasa sistem tegangan jala-jala berimpit dengan semua fasa sistem tegangan generator.

L1 : Mendapat tegangan VRU = 0 (lampu mati) karena R berimpit dengan U (VRU = VOR – VUO).
L2 : Mendapat tegangan VTS ≠ 0 (lampu hidup); VWS = VWO – VSO = VWO = VSO
L3: Mendapat tegangan VTV ≠ 0 (lampu hidup); VTV = VTO – VVO = VTO = VVO

Peralatan sinkronisasi generator:

1. Selektor program sinkron

Setelah memilih program sinkron untuk menentukan program yang dikehendaki untuk penyinkronan generator dan sumber listrik lain. Secara manual ataupun secara otomatis.

2. Alternator control

Alternator control adalah untuk mengetahui tegangan antara fasa dengan netral. Bila kita ingin mengetahui tegangan salah satu fasa, maka selector (pemilih) kearah fasa yang dimaksud. Hal ini dalam operasi perlu untuk pengecekan untuk menghindari perbedaan tegangan yang jauh berbeda tiap fasa.

3. Differential frequency
Differential frequency
Differential frequency berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan putaran motor atau frekuensi generator. Bila kita akan menaikkan putaran motor atau frekuensi maka regulator kita putar ke kanan (kanan anda). Bila kita akan menurunkan kecepatan atau frekuensi (Hz) maka regulator kita putar ke kiri.

4. Differential Voltage
Differential Voltage
Diffensial Voltage berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan tegangan generator. Untuk menaikkan tegangan generator kita putar ke kanan, dan sebaliknya bila menurunkan tegangan kita putar ke kiri.

5. Synchronizer
Synchronizer
Bila jarum synchronizer berputar ke kiri, maka tegangan atau frekuensi jaringan lebih besar dari generator. Sebaliknya bila jarum synchronizer berputar ke kanan maka tegangan atau frekuensi generator lebih besar dari jaringan. Dan bila jarum synchronizer berhenti tepat ditengah maka tegangan sama dengan jaringan atau sumber listrik yang diparalel.

Monday, January 17, 2011

Thomas Alva Edison Penemu Bola Lampu Pijar Pertama. Benarkah?

Thomas Alva Edison
Thomas Alva Edison selalu dianggap sebagai penemu bola lampu pijar pertama. Faktanya, Edison bukanlah seorang pionir pertama, tetapi mengembangkan sebuah eksperimen yang memperjelas tabung lampu hampa udara yang pernah didesain oleh seorang fisikawan asal Inggris, Joseph Wilson Swan.

Joseph Wilson Swan
Thomas Alva Edison Penemu Bola Lampu Pijar pertama. Benarkah? | IMROEE

Pada tahun 1860, Joseph Wilson Swan menggunakan kertas karbon sebagai filamen dalam percobaan bola lampunya; bagaimanapun, level hampa udara (vacuum level) yang rendah dan keterbatasan sumber tenaga menjauhkan Swan dari kesuksesan untuk percobaannya.
Lampu pertama percobaan
Joseph Wilson Swan

Tetapi 15 tahun kemudian, Swan kembali melakukan percobaan yang sama dengan menggunakan vacuum dan bahan karbon yang lebih baik, dia berencana untuk mendemontrasikan bagaimana cara kerja atau pengoperasian sebuah lampu pijar.

Selanjutnya, pada tahun 1880, Swan meggelar pasar malam perdagangan internasional pertama lampu-lampu listrik di Newcastle, Inggris, tetapi lampu yang ditemukan oleh Swan masih belum sempurna.

Swan tidak tertarik lagi mengembangkan atau menyempurnakan penemuan bola lampunya segera setelah itu dan beralih dengan masalah-masalah lain.

Lampu pertama percobaan Swan
Saat itulah Thomas Alva Edison yang telah melakukan ribuan percobaan muncul. Edison memilih meterial-material yang lebih cocok untuk filamen dan mengembangkan kontruksi bola lampu pijar.

Tidak seperti Swan, Edison lebih memiliki tujuan tertentu dan terus menerus fokus pada pencapaian prestasi sebagai goalnya, dan mencari keuntungan komersial dari implementasi bola lampu temuannya.

Lampu Pijar komersial pertama"Edison-Swan Lamps"
Lampu-lampu pertama Edison muncul di pasaran adalah yang disebut "Edison-Swan Lamps" (kadang-kadang juga disingkat "EdiSwan"). Kemudian, tidak tahu kenapa, nama Swan secara berangsur-angsur terlupakan dan sekarang Edison yang terkenal sebagai penemu bola lampu pijar.

Ada banyak penemuan Edison selama tahun 1883, di antaranya yang populer adalah "Efek Edison" (Edson's Effect) dan itu menjadi dasar dari seluruh teknik radio modern.

Efek Edison
Edison mengungkapkan bahwa jika sebuah plat metal diletakkan dekat filamen dan dihubungkan ke terminal postif baterai, arus listrik akan mengalir antara filamen dan plat itu.

Pada saat itu, alasannya sulit untuk dipahami, seperti tidak adanya arus listrik yang mengalir pada satu kondisi.

Faktanya, arus listrik berhenti mengalir ketika polaritas baterai diubah yang meninggalkan ketidakjelasan akan penemuan Edison tersebut. Meskipun naluri Edison untuk memperoleh profit tak terpatahkan dan memiliki intuisi yang tajam, Edison gagal menerapkan efek yang telah dia temukan.

Dioda Vakum Fleming dengan elektroda tambahan "anoda" dalam bentuk silinder mengelilingi  filamen.
Efek seperti yang diungkapkan oleh edison diterapkan dalam bidang keteknikan terutama listrik setelah lebih dari 20 tahun kemudian.

Pada tahun 1904, masih berdasar pada efek edison, Fisikawan Inggris bernama John Ambrose Fleming mendesain dan mematenkan lampu radio pertama di dunia yang disebut "Radio Valve" atau "Termionic Diode" yang didesain untuk konversi arus bolak-balik ke arus serarah dan untuk deteksi sinyal radio.

Dioda Fleming yang menjadi dasar kontruksi Bola Lampu Pijar
Banyak penemu-penemu mencoba untuk mendesain dioda Fleming dengan lebih sempurna untuk pendeteksian kualitas yang lebih tinggi pada sinyal-sinyal radio dan komunikasi tanpa kabel, yang kemudian berusaha menerapkannya untuk perbaikan arus bolak-balik daya tinggi.

Ini bisa dilihat pada gambar terakhir bahwa diode ini berbeda dengan lampu pijar, yang menggunakan filamen spiral dengan adanya penambahan sebuah flat ("anoda").

Akan tetapi penemuan Fleming ini kemudian menjadi dasar kontruksi dari sebuah Lampu Pijar.

IMROEE | Thomas Alva Edison Penemu Bola Lampu Pijar Pertama. Benarkah?

Monday, December 20, 2010

Penerapan Elektronika Daya pada Air Conditioning (AC)

Artikel sebelumnya: Prinsip Kerja Air Conditioning

Pada gambar sederhana di bawah ini dapat lihat bahwa pada penyejuk udara atau Air Conditioning (AC) terdapat unit bernama Motor Drive atau kompresor yang diputar menggunakan motor listrik. Motor listrik yang digunakan merupakan jenis motor listrik AC (Alternating Current) yang menggunakan sumber arus bolak-balik untuk menjalankannya. Motor listrik AC (Alternating Current) memiliki karakteristik daya listrik yang dibutuhkan akan sebanding dengan kecepatan putaran dan torka (ukuran ‘kekuatan’ dari putaran motor tersebut), artinya semakin besar motor tersebut memutar sesuatu atau dalam hal ini refrigerant maka semakin besar pula daya listrik yang dikonsumsinya. Dengan demikian, yang akan dibahas disini adalah hanya terpusat pada pengendalian kecepatan motor pada kompresor yang terdapat pada AC atau Air Conditioning tersebut.

Gambar 1: Siklus dingin Air Conditioning (AC)
Penggerak frekuensi variabel dapat menghasilkan frekuensi output mulai dari 2 Hz sampai 90 Hz. Oleh karena itu, standar motor induksi pada Air Conditioning (AC) yang telah dirancang untuk berkerja pada kecepatan 1725 rpm dengan frekuensi 60 Hz, dapat dibuat bekerja pada kecepatan sekitar 60 rpm (2 Hz) sampai sekitar 2700 rpm (90 Hz).

Elektronika solid state daya tinggi membuat penggerak frekuensi variabel (inverter) efisien dan akurat. Penggerak utama terdiri dari inverter itu sendiri, yang mengubah daya yang masuk 50 Hz atau 60 Hz menjadi frekuensi variabel dan tegangan variabel. Frekuensi variabel adalah persyaratan yang aktual yang akan mengontrol kecepatan motor pada kompresor sistem Air Conditioning (AC).

Gambar 2 : Penggerak kecepatan motor Kompresor dapat diatur Frekuensi Variabel
Gambar 2 menunjukkan susunan umum dari penggerak kecepatan motor kompresor yang dapat diatur dengan frekuensi variable. Rangkaian mempunyai dua status daya: penyearah dan inverter. Penyearah mengubah daya ac yang masuk menjadi daya dc dan memberikan daya tersebut pada rangkaian inverter. Rangkaian inverter mengubah daya dc kembali pada output ac frekuensi yang dapat diatur yang mengontrol kecepatan kompresor. Inverter disusun dari saklar elektronis (transistor) seperti pada gambar 6 yang mengatur daya dc ON dan OFF menghasilkan daya ac yang dapat dikontrol pada frekuensi dan tegangan yang diinginkan. Regulator memodifikasi inverter karakteristik penghubungan sehingga frekuensi output dapat dikontrol.

Gambar 3: Rangkaian Lengkap Penggerak Kecepatan Motor Kompresor
Gambar 3 memperlihatkan rangkaian kompleks dari penggerak kecepatan motor kompresor di mana frekuensinya dapat diatur. Pada gambar tersebut terdapat 5 komponen yaitu transformator, penyearah (rectifier), filter, inverter, dan motor induksi 1 fasa (kompresor) yang mana akan dijelaskan sebagai berikut :

Masukan atau input dari rectifier adalah tegangan bolak-balik ±220 Volt dari PLN dengan frekuensi sebesar 50 Hz. Sebelum melalui rectifier, terlebih dahulu harus melalui sebuah transformator untuk memperoleh level tegangan sesuai dengan yang diinginkan karena besar tegangan sumber dari PLN terkadang berubah-ubah, setelah itu baru melalui rectifier.
Prinsip kerja rangkian penyearah gelombang penuh sistem jembatan dapat dijelaskan sebagai berikut :

Pada saat rangkaian jembatan mendapatkan positif dari siklus sinyal ac, maka :
- D1 dan D3 hidup (ON), karena mendapat bias maju
- D2 dan D4 mati (OFF), karena mendapat bias mundur
Sehingga arus mengalir melalui D1 dan D3.

Apabila jembatan memperoleh siklus negative, maka :
- D2 dan D4 hidup (ON), karena mendapat bias maju
- D1 dan D3 mati (OFF), karena mendapat bias mundur.
Sehingga arus akan mengalir melalui D2 dan D4

Tegangan keluaran dari penyearah akan melalui filter Induktor (L) dan Kapasitor (C) sehingga bentuk gelombang arus dan tegangan dari penyearah di atas akan menjadi rata karena filter L berfungsi unuk meratakan arus sedangkan filter C berfungsi untuk meratakan tegangan. Dengan demikian fungsi dari pemasangan Induktor dan kapasitor tersebut yaitu sebagai tapis harmonisa. Bentuk gelombang input dan output dari penyearah seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.

Gambar 4: Gelombang input Rectifier
Gambar 5: Gelombang output Rectifier
Inverter gelombang penuh ditunjukkan dalam gambar 6. Ketika Transistor T1 dan T2 bekerja (ON), tegangan Vs akan mengalir ke motor tetapi T3 dan T4 tidak bekerja (OFF). Selanjutnya, transistor T3 dan T4 bekerja (ON) sedangkan T1 dan T2 tidak bekerja (OFF), maka pada beban akan timbul tegangan –Vs. Pemasangan dioada anti parallel dengan transistor bertujuan untuk memberikan jalan bagi beban yang bersifat induktif seperti motor-motor listrik. Bentuk gelombang ditunjukkan pada gambar 6 berikut.

Gambar 6: Gelombang output penyearah dan output inverter 1 Fasa
Bentuk dasar gelombang keluaran inverter satu fasa jembatan penuh merupakan suatu bentuk gelombang kotak, hal ini dikondisikan faktor beban keluaran adalah beban fundamental atau beban resistif saja. Pada pembebanan dengan beban fundamental maka arus keluarannyapun adalah arus fundamental seperti ditunjukkan pada Gambar berikut.

Gambar 7: Arus dan tegangan fundamental
Arus keluaran fundamental ini akan dijadikan sebagai referensi jika gelombang keluaran inverter dikehendaki sebagai gelombang sinus. Hal ini dilakukan dengan mengatur nilai faktor beban dengan perancangan kombinasi beban induktif dan resistif.

Dengan menggunakan inverter, maka sumber tegangan bolak-balik yang mensuplai motor dapat kita atur besar tegangannya maupun frekuensinya, dengan cara sumber dari PLN disearah terlebih dahulu menggunakan penyearah, kemudian dibuat menjadi bolak-balik dengan menggunakan inverter. Sekarang tidak harus tegangan dan frekuensi tetap yang didapat dari sumber PLN. Kecepatan putaran motor sebanding dengan frekuensi sumbernya, sedangkan besar torka motor sebanding dengan arus yang mengalir. Karena kita bisa mengatur besar tegangan dan frekuensi sumber maka tentu saja daya listrik yang masuk ke motor juga bisa kita atur besarnya sesuai dengan kebutuhan beban yang harus diputar oleh motor.

Untuk mempertahankan frekuensi motor variabel berjalan dengan efisien dan mencegahnya dari pemanasan lebih, perbandingan tegangan dan frekuensi harus dipertahankan. Apabila frekuensi dikurangi, tegangan dan juga harus dikurangi untuk membatasi arus motor. Reaktansi induktif menurun bersama dengan frekuensi; karena motor itu motor akan mengambil arus berlebihan pada frekuensi yang berlebihan tanpa pengaturan tegangan. Jenis pengaturan kecepatan ini apabila digunakan pada motor induksi (kompresor), menjadi sistem yang paling bernilai efektif dan popular.

Disinilah letak peran dari teknologi elektronika daya khususnya inverter pada Air Conditioning. Ketika suhu udara mulai sedikit naik, maka daya motor perlu ditambah sedikit saja untuk kembali membuat suhu ruangan menjadi turun, sebaliknya ketika suhu sudah cukup dingin maka daya motor bisa dikurangi cukup untuk menjaga suhu tersebut relatif konstan. Pengaturan dilakukan dengan membaca suhu ruangan dan menginformasikannya ke rangkaian kendali saklar untuk menentukan berapa besar tegangan dan frekuensi yang diperlukan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pengatur besarnya pulsa trigger yang diberikan pada Thyristor yang terdapat pada rangkaian inverter.

Hal ini berbeda dengan penyejuk udara pada teknologi konversional atau penyejuk udara yang tidak menggunakan inverter dimana motor dari kompresor digerakkan dengan daya penuh setiap saat, pengaturan suhu dilakukan dengan mematikan motor ketika suhu ruangan dingin dan menyalakannya kembali dengan daya maksimal ketika suhu sudah mulai naik. Hal ini sama saja dengan analogi pada gas mobil yang selalu diinjak penuh sedangkan untuk mengurangi kecepatan mobil rem yang diinjak, padahal sebaiknya gas-nya mobil juga dikurangi baru dibantu dengan rem untuk menghentikan mobil. Pada gambar 8 dan gambar 9 memperlihatkan garfik perbedaan konsumsi daya antara AC yang memanfaatkan inverter dengan yang masih konvensional atau tidak memanfaatkan teknologi elektronika daya. Terlihat jelas bahwa penyejuk yang menggunakan inverter memang bisa menghemat konsumsi daya listrik.

Gambar 8: Model AC dengan Elektronika daya. Hemat!
Gambar 9: Model AC yang tidak menerapkan teknologi Elektronika daya. Boros!
 Artikel ini hanya imajinasi saya dengan mengkompilasi berbagai sumber.

Prinsip Kerja Air Conditioning (AC)

Prinsip Kerja Air Conditioning (AC) | IMROEE - Air Conditioning (AC) atau Air Conditioner dimanfaatkan sebagai pemberi kenyamanan dilingkungan tempat kerja. AC juga dimanfaatkan sebagai salah satu cara dalam upaya peningkatan produktivitas kerja. Karena dalam beberapa hal manusia membutuhkan lingkungan kerja yang nyaman untuk dapat berkerja secara optimal. Tingkat kenyamanan suatu ruang juga ditentukan oleh temperatur, kelembapan, sirkulasi dan tingkat kebersihan udara.

Sebenarnya, AC maupun kulkas menggunakan prinsip yang sama yaitu saat cairan menguap diperlukan adanya kalor. Dalam proses ‘menghilangkan’ panas, sistem AC juga menghilangkan uap air, guna meningkatkan tingkat kenyamanan orang selama berada di dalam ruangan tersebut. Filter (penyaring) tambahan digunakan untuk menghilangkan polutan dari udara.

AC yang digunakan dalam sebuah gedung besar biasanya menggunakan AC sentral. Selain itu, jenis AC lainnya yang umum adalah AC ruangan yang terpasang di sebuah jendela. Kunci utama dari AC adalah refrigerant, yang umumnya adalah fluorocarbon, yang mengalir dalam sistem, menjadi cairan dan melepaskan panas saat dipompa (diberi tekanan), dan menjadi gas dan menyerap panas ketika tekanan dikurangi.

Berikut ini adalah gambar dari siklus dingin pada Air Conditioning (AC).

Gambar 1: Gambar sederhana Siklus dingin pada AC: 1) condensing coil, 2) expansion valve, 3) evaporator coil, 4) compressor.
Mekanisme berubahnya refrigerant menjadi cairan lalu gas dengan memberi atau mengurangi tekanan terbagi mejadi dua area. Sebuah penyaring udara, kipas, dan cooling coil (kumparan pendingin) yang ada pada sisi ruangan dan sebuah kompresor (pompa), kondensor coil (kumparan penukar panas), dan kipas pada jendela luar. Berikut ini adalah gambar sederhana siklus dingin.

Gambar 2: Siklus dingin dan komponen pada AC
Udara panas dari ruangan melewati filter, menuju ke cooling coil yang berisi cairan refrigerant yang dingin, hasilnya udara menjadi dingin, kemudian melalui teralis/kisi-kisi dan kembali ke dalam ruangan. Pada kompresor, gas refrigerant dari cooling coil lalu dipanaskan dengan cara pengompresan. Pada kondensor coil, refrigerant melepaskan panas dan menjadi cairan, yang tersirkulasi kembali ke cooling coil.

Untuk lebih jelasnya, penjelasan lebih mendetail sehubungan dengan komponen dan mekanisme AC dapat dilihat pada gambar 3. Sebelumnya, kita perlu mengenal bagian-bagian dari AC agar kita dapat memahami sistem kerja AC. Sistem kerja AC terdiri dari bagian yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan tekanan supaya penguapan dan penyerapan panas dapat berlangsung. Berikut ini adalah penjelasan mengenai bagian-bagian /komponen-komponen AC:

Kompresor

Kompresor adalah suatu alat mekanis yang bertugas menghisap uap yang bertekanan lebih rendah dari evaporator kemudian menekannya (mengkompres) masuk ke Kondensor, dengan demikian suhu dan tekanan uap tersebut menjadi tinggi. Kompresor atau pompa hisap tekan berfungsi sebagai pusat sirkulasi yang mengalirkan refrigan ke seluruh sistem pendingin dan mempertahankan perbedaan tekanan dalam sistem. Semakin tinggi temperatur yang dipompakan semakin besar tenaga yang dikeluarkan oleh kompresor.

Kompresor pada AC sering analogikan dengan jantung pada tubuh manusia sabagai pusat sirkulasi darah yang diedarkan ke seluruh tubuh.

Kondensor

Kondensor adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengubah/mendinginkan gas yang bertekanan tinggi berubah menjadi cairan yang bertekanan tinggi. Kondensor berfungsi sebagai alat penukar kalor, menurunkan temperatur refrigeran, dan mengubah wujud refrigeran dari bentuk gas menjadi cari.

Biasanya, pada kondensor AC menggunakan udara sebagai media pendinginnya (air cooling condensor). Sejumlah kalor yang terdapat pada refrigeran dilepaskan ke udara bebas dengan bantuan kipas (fan motor). Agar proses pelepasan kalor bisa lebih cepat, pipa kondensor didesain berliku dan dilengkapi dengan sirip. Untuk itu, pembersihan sirip-sirip pada kondensor yang dibiarkan dalam kondisi kotor, akan mengakibatkan Ac menjadi kurang dingin.

Katup ekspansi/Pipa Kapiler

Pipa kapiler merupakan komponen pada AC yang berfungsi menurunkan tekanan refrigeran dan mengatur aliran refrigeran menuju evaporator. Fungsi utama pipa kapiler ini sangat vital karena menghubungkan dua bagian tekanan berbeda, yaitu tekanan tinggi dan tekanan rendah.

Refrigeran bertekanan tinggi sebelum melewati pipa kapiler akan diuba atau diturunkan tekanannya. Akibat dari penurunan tekanan refrigeran menyebabkan penurunan suhu. Pada bagian inilah (pipa kapiler) refrigeran mencapi suhu terendah (terdingin). Pipa kapiler terletak di antara saraingan (filter) dan evaporator.

Evaporator

Evaporator atau pendingin merupakan refrigerant menyerap panas dalam ruangan melalui kumparan pendingin dan kipas evaporator meniupkan udara dingin ke dalam ruangan. Refrigerant dalam evaporator mulai berubah kembali menjadi uap bertekanan rendah, tapi masih mengandung sedikit cairan. Campuran refrigerant kemudian masuk ke akumulator/pengering. Ini juga dapat berlaku seperti mulut/orifice kedua bagi cairan yang berubah menjadi uap bertekanan rendah yang murni, sebelum melalui kompresor untuk memperoleh tekanan dan beredar dalam sistem lagi. Biasanya, evaporator dipasangi silikon yang berfungsi untuk menyerap kelembapan dari refrigerant.

Jadi, sistem kerja AC dapat diuraikan sebagai berkut :

Proses kompresi dimulai ketika refrigeran meninggalakan evaporator. Masuknya refrigeran ke dalam kompresor melalui pipa masukan kompresor (intake). Ditinjau dari wujud, suhu, dan tekanan, ketika akan masuk ke dalam kompresor, refrigeran berwujud gas atau uap, bertemperatur rendah, dan bertekanan rendah. Selanjutnya, melalui kompresor, refrigeran dikondisikan tetap berwujud gas, tetapi memiliki tekanan dan suhu tinggi. Hal tersebut bisa diilakukan karena kompresor dapat menghisap gas dan mengompresikan refrigeran sehingga mencapai tekanan kondensasi. Stelah tekanan dan suhu refrigeran diubah, selanjutnya refrigeran dipompa dan dialirkan menuju ke kondensor.

Proses Kondensasi dimulai ketika refrigeran meninggalkan kondensor. Refrigeran berwujud gas yang bertekanan dan bertemperatur tinggi dialirkan menuju kondensor. Di dalam kondensor, wujud gas refrigeran berubah menjadi wujud cair. Panas yang dihasilkan refrigeran dipindahkan ke udara di luar pipa kondensor. Agar proses kondensasi lebih efektif, digunakan kipas (fan) yang dapat mengembuskan udara luar tepat di permukaan pipa kondensor. Dengan begitu, panas pada refrigeran dapat dengan mudah dipindahkan ke udara luar. Setelah melalui proses kondensasi, refrigeran menjadi wujud cair yang bertemperatur lebih rendah, tetapi tekanan refrigeran masih tinggi. Selanjutnya, refrigeran dialirkan menuju ke pipa kapiler.

Proses penurunan tekanan dimulai ketika refrigeran meninggalkan kondensor. Di dalam pipa kapiler, terjadi proses penurunan tekanan yang rendah. Selain itu, pipa kapilerjuga berfungsi mengontrol aliran refrigeran di antara dua sisi tekanan yang berbeda, yaitu tekanan tinggi dan rendah. Selanjutnya, refrigeran cair yang memiliki suhu dan tekanan rendah dialirkan menuju ke evaporator. Pross ini merupakan proses pendinginan refrigeran.

Proses evaporasi dimulai ketika refrigeran akan masuk ke dalam evaporator. Dalam eadaan ini, refrigeran berwujud cair, bertemperatur rendah, dan bertekanan rendah. Kondisi refrigeran semacam ini dimanfaatkan untuk mendinginkan udara luar yang melewati permukaan evaporator. Agar lebih efektif mendinginkan udara ruangan, digunakan blower (indoor) untuk mengatur sirkulasi adara agar melewati evaporator. Proses yang terjadi di balik proses pendinginan udara ruangan adalah proses penangkapan panas (kalor) dengan refrigeran yang mengalir ke dalam evaporator. Karena juga menyerap panas udara di dalam ruangan, refrigeran akan mengalir menuju ke kompresor. Proses ini terjadi berulang dan terus-menerus sampai suhu atau temperatur ruangan sesuai dengan keinginan. (Prinsip Kerja Air Conditioning (AC) | IMROEE)

Perbaikan menyusul... Buat yang merasa lebih berkompeten di bidang AC atau lebih tepatnya Prinsip Kerja Air Conditioning/Air Conditioner (AC), silahkan koreksi artikel ini. Thanks!

Tuesday, December 7, 2010

Aplikasi Motor Induksi Pada Eskalator/Travolator

Motor Induksi | Eskalator | Travolator | Aplikasi | Motor Listrik

Aplikasi Motor Induksi Pada Eskalator/Travolator
Eskalator
Aplikasi Motor Induksi Pada Eskalator/Travolator - Suatu bangunan yang besar dan tinggi, memerlukan sarana angkut/transportasi yang nyaman untuk aktifitas perpindahan orang dan barang secara vertikal. Sarana angkut vertikal yang bekerja secara mekanik elektrik adalah eskalator dan travolator yang merupakan alat transportasi antar lantai pada gedung bertingkat yang menggunakan tangga berjalan yang digerakkan oleh motor listrik. Dengan adanya alat tersebut maka para pengunjung tidak perlu mengeluarkan banyak energi untuk berjalan antar lantai. Kemudahan tesebut tentunya harus didukung oleh kinerja sistem yang baik untuk mendapatkan performa yang terbaik pula.

Aplikasi Motor Induksi Pada Eskalator/Travolator - komponen dan mekanisme kerja eskalator
Gambar (1): Komponen Eskalator
Sebuah eskalator mempunyai lebih dari sepuluh komponen utama seperti truss, motor penggerak, sistem transmisi, tangga, track system, balustrade, decking, peralatan pengaman dan sistem kelistrikan seperti yang terlihat pada gambar (1). Berikut ini hanya akan dijelaskan tentang motor penggerak pada eskalator tersebut serta sistem start dari motor penggerak pada sebuah eskalator. Untuk letak dari motor listrik tersebut dapat dilihat dalam gambar (2) yaitu sistem transmisi dari eskalator.

Prinsip kerja eskalator akan dijelaskan sebagai berikut :

a. Pendaratan/Landing

Floor plate rata dengan lantai akhir dan diberi engsel atau dapat dilepaskan untuk jalan ke ruang mesin yang berada di bawah floor plates. Comb plate adalah bagian antara floor plate yang statis dan anak tangga bergerak. Comb plate ini sedikit miring ke bawah agar geriginya tepat berada di antara celah-celah anak tangga-anak tangga. Tepi muka gerigi comb plate berada dibawah permukaan cleat.

b. Landasan penopang/Truss

Landasan penopang adalah struktur mekanis yang menjembatani ruang antara pendaratan bawah dan atas. Landasan penopang pada dasarnya adalah kotak berongga yang terbuat dari bagian-bagian bersisi dua yang digabungkan bersama dengan menggunakan sambungan bersilang sepanjang bagian dasar dan tepat dibawah bagian ujungnya. Ujung-ujung truss tersandar pada penopang beton atau baja.

c. Lintasan

Sistem lintasan dibangun di dalam landasan penopang untuk mengantarkan rantai anak tangga, yang menarik anak tangga melalui loop tidak berujung. Terdapat dua lintasan: satu untuk bagian muka anak tangga (yang disebut lintasan roda anak tangga) dan satu untuk roda trailer anak tangga (disebut sebagai lintasan roda trailer). Perbedaan posisi dari lintasan-lintasan ini menyebabkan anak tangga-anak tangga muncul dari bawah comb plate untuk membentuk tangga dan menghilang kembali ke dalam landasan penopang.

Aplikasi Motor Induksi Pada Eskalator/Travolator - komponen dan mekanisme kerja eskalator
Gambar (2): Sistem transmisi pada Eskalator
Prinsip Kerja Eskalator secara sederhana dapat dijelaskan dengan menggunakan gambar (2) diatas:

Tangga (step) dan handrail digerakkan oleh sebuah motor listrik seperti yang terlihat pada sistem transmisi eskalator dalam gambar (2). Mekanisme berputarnya 2 menggunakan batang utama (shaft) 4 yang digerakkan oleh driving equipment 13 melalui rantai penggerak 1. Sproket penggerak handrail dan tangga menggunakan rantai yang terpasang secara terpisah. Ukuran dari tiap roda rantai dan jumlah giginya dirancang sesuai dengan keperluan pergerakan eskalator. Semua rantai mudah untuk dirakit dan dibongkar serta dijamin kuat.

Aplikasi Motor Induksi Pada Eskalator/Travolator - motor penggerak eskalator
Bentuk fisik motor induksi pada no. 13 gambar (2)
Pada Eskalator, jenis motor yang digunakan adalah motor induksi 3 fasa sedangkan untuk rangkaiannya memenggunakan rangkaian pembalikan arah putaran (maju mundur starting Star – Delta). Pada gambar motor induksi di atas, motor tersebut berkekuatan sebesar 11 kW.

Berikut adalah komponen rangkaian kendali pada eskalator:

Komponen Rangkaian kendali pada eskalator/travolator
The Facemash Post - Aplikasi Motor Induksi Pada Eskalator/Travolator

Thursday, December 2, 2010

Penemuan-Penemuan Terbesar Nikola Tesla Yang Tidak Pernah Diwujud-Nyatakan

Penemuan-Penemuan Terbesar Nikola Tesla Yang Tidak Pernah Diwujud-Nyatakan

Magnifying Transmitter yang diangkat dalam film The Prestige
Ilmuwan Gila! Anda tidak salah baca, Nikola Tesla pernah mendapat julukan seperti itu. Namun, Tesla adalah seorang penemu yang mampu menyaingi penemu-penemu dan ilmuwan yang lain dalam sejarah atau budaya populer, hanya karena kepribadian eksentriknya yang terlihat ganjil dan klaim-klaim aneh tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Tesla pun pada akhirnya diasingkan dan dicap sebagai ilmuwan gila (mad scientist).

Nikola Tesla (10 Juli 1856 – 7 Januari 1943) adalah seorang inventor dan Insinyur bidang mekanika dan listrik. Ia adalah seorang Kontributor yang sangat penting dalam perkembangan listrik secara komersial dan juga terkenal dengan revolusinya mengenai perkembangan medan elektromagnetik pada akhir abad ke-19 dan awal-awal abad ke-20. Tesla mendapatkan hak paten atas teorinya mengenai sistem tenaga listrik arus bolak balik (AC = Alternating Current), termasuk di dalamnya sistem distribusi listrik fasa banyak dan motor arus bolak-balik, yang mana membantu mengantarkan kita pada Revolusi Industri kedua. [Read More: Nikola Tesla (10 Juli 1856 – 7 Januari 1943)]

Berikut adalah beberapa Penemuan-Penemuan Terbesar Nikola Tesla yang Tidak Pernah di Wujud-Nyatakan Selama Tesla Masih Hidup:

Transfer Energi Nirkabel Jarak Jauh

Wardenclyffe Tower
Nikola Tesla mengembangkan transmisi energi melalui beberapa ciptaannya seperti radio dan gelombang mikro, kumparan Tesla, dan Magnifying Transmitter yang merupakan versi lebih lanjut dari kumparan Tesla yang bisa menghasilkan tegangan yang sangat tinggi. Tapi Nikola Tesla berusaha untuk menciptakan sebuah sistem dimana energi dapat pancarkan dari jarak yang sangat jauh. Untuk itu, ia membangun Menara Wardenclyffe (Wardenclyffe Tower) di Shoreham, Long Island, yang berfungsi sebagai sarana telekomunikasi nirkabel dan pengiriman daya listrik. Namun, Nikola Tesla tidak pernah memenuhi impiannya untuk menciptakan sebuah sistem tenaga listrik nirkable di seluruh dunia karena JP Morgan, orang yang mendanai pembangunan Wardenclyffe Tower menarik dananya.

Humanoid Robots

Humanoid Robots
Pada tahun 1898, Tesla mendemonstrasikan perahu radio kontrol, yang mana Nikola Tesla mampu kendalikan dari jarak jauh. Nikola Tesla mempersembahkan ras robot masa depan yang pertama, yang akan mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan dengan aman dan efektif, dan mendapat kredit dari berbagai acara sebagai kelahiran robotika.

Death Ray

Death Ray
Pada 1930-an, Nikola Tesla mengklaim telah menemukan senjata penembak partikel disebut Death Ray, tapi ada juga beberapa yang menyebutnya "Peace Ray." Perangkat ini, secara teori, mampu menghasilkan sebuah intensitas sinar yang sangat tinggi, menargetkan sasaran tertentu dengan mengirim energi dari jarak jauh untuk menghancurkan pesawat tempur, tentara asing, atau apa pun yang ingin dihancurkan atau tidak diinginkan keberadaannya. Nikola Tesla menawarkan rencananya ini ke berbagai kelompok militer nasional, tetapi tidak pernah menemukan orang yang mau membiayai konstruksi rencana Nikola Tesla Tersebut.

Tidak diketahui apakah Nikola Tesla pernah mengembangkan prototipe ini, demikian juga dengan rencana untuk Death Ray-nya tidak pernah ditemukan setelah kematiannya.

Pesawat-Pesawat Canggih Tak Bersayap (Improved Airships)

Improved Airships
Nikola Tesla membayangkan menerapkan teori tentang transfer energi nirkabel untuk meningkatkan unjuk kerja sistem transportasi. Nikola Tesla mengklaim bahwa airships bertenaga listrik akan mengangkut penumpang dari New York ke London dalam waktu tiga jam, dengan ketinggian delapan mil di atas permukaan tanah. Tesla juga membayangkan bahwa pesawat-pesawat tak bersayap (airships) ini memungkinkan untuk menerima daya listrik melalui transfer energi nirkable, sehingga tidak perlu berhenti hanya untuk mengisi bahan bakar. Airships tak berawak bahkan mungkin untuk digunakan mengangkut penumpang ke tempat tujuan yang telah dipilih sebelumnya;

Improved Airships
Atau yang lebih ekstrim bisa digunakan untuk berperang, terutama serangan lewat udara di mana pesawat-pesawat tempur dapat di kendalikan dari jarak jauh.

Super Electrotherapy

Super Electrotherapy
Seorang insinyur bernama Georges Lakhovsky percaya bahwa orang bisa mencapai tingkat kesehatan yang baik dengan menyesuaikan osilasi sel pada tubuh mereka. Dia mengajak Nikola Tesla untuk membantu dirinya dalam membuat Multiple Wave Oscillator. Georges Lakhovsky mengklaim mesin ini akan meningkatkan kesehatan seseorang, menghilangkan bakteri penyebab penyakit, dan bahkan menyembuhkan kanker, namun banyak yang menganggapnya sebagai perdukunan medis.
(imroee.blogspot.com via io9.com - The Greatest Inventions Nikola Tesla Never Created)

Thursday, November 11, 2010

Rangkaian Bintang / Star-Delta (Y-Δ) Motor Induksi Tiga Fasa

Rangkaian Bintang/Star-Delta (Y-Δ) Motor Induksi Tiga Fasa - Secara umum, pengasutan motor induksi dapat dilakukan baik dengan cara menghubungkan rotor secara langsung ke rangkaian pencatu atau dengan menggunakan tegangan yang telah dikurangi ke motor selama periode pangasutan. Pengendalian yang digunakan untuk pengasutan motor pada kedua metode tersebut dapat dioperasikan secara manual atau secara magnetik.

Pengasutan Motor Induksi dengan menghubungkan langsung pada saluran (Direct On Line)

Pengasutan ini digunakan untuk motor-motor berdaya kecil. Pada cara ini motor dapat diasut pada tegangan saluran penuh dengan menggunakan penstart saluran yang dilengkapi dengan relai termis beban lebih. Cara ini dapat menghasilkan kopel start yang lebih besar mengingat kopel motor induksi berbanding lurus dengan kuadrat tegangan yang dikenakan. Kelemahan pengasutan cara ini adalah dapat menghasilkan arus start yang besar, karena itulah hanya digunakan untuk motor-motor yang berdaya kecil.

Gambar rangkaian pengasutan langsung pada saluaran atau Direct On Line (DOL)
Rangkaian kendalinya disuplai dari tegangan 220 Volt. Pada saat tombol start S2 ditekan arus mengalir melalui F2 – S1 – S2 – K1. Kontaktor megnetik 1 (K1) bekerja, kontak bantu K1 (NO) menutup dan motor terhubung pada saluran. Untuk selanjutnya, arus akan mengalir melalui F2 – S1 – Kontak bantu K1 – K1.

Pengasutan Motor Induksi dengan menggunakan penstart bintang/Star–delta (Y-Δ)

Pada pengasutan ini selama periode start lilitan motor akan berada dalam hubungan bintang dan setelah selang waktu tertentu akan berpindah ke hubungan lilitan delta. Dengan cara ini kenaikan arus start dapat dibatasi hingga sepertiga kali saja dibandingkan bila motor langsung terhubung delta. Gambar berikut memperlihatkan rangkaian daya dan rangkaian kendali pengasutan star – delta.

Gambar rangkaian start motor star/bintang – delta/segitiga
Rangkaian kendali pengasutan dengan cara ini disuplai oleh tegangan 220 Volt. Cara kerjanya : jika tombol start S2 ditekan, arus mengalir melalui F2 – S1 – S2 – kontak bantu timer T (NC) – kontak bantu K3 – K1. Kontaktor magnetik 1 (K1) bekerja dan motor terhubung dalam lilitan bintang. Saat itu juga kontak bantu K1 (NC) membuka dan kontak bantu K1 (NO) menutup sehingga arus mengalir melalui F2 – S1 – S2 – kontak bantu K1 (NO) – K2. Kontaktor magnetik 2 (K2) bekerja dan motor terhubung pada sumber tegangan. Pada saat yang sama kontak bantu K2 (NO) menutup dan timer T bekerja. Setelah t detik kontak bantu T (NC) membuka sehingga K1 tidak dilewati arus (K1 tidak bekerja), kontak bantu T (NC) menutup, arus mengalir melalu F2 – S1 – kontak K2 (NO) – kontak bantu T (NO) – kontak bantu K1 (NC) – K3. Kontaktor magnetik K3 bekerja, motor terhubung dalam belitan delta. Tombol S1 digunakan untuk melepaskan motor dari sumber tegangan.

Dengan pengasutan cara ini, kenaikan arus start dapat dibatasi hingga sepertiga kali saja dibandingkan bila lilitan motor langsung terhubung delta. Hal ini dapat dibuktikan sebagai berikut:

Hubungan belitan, Tegangan, Arus Star dan Delta
Bila stator dihubung star, maka :
- Tiap belitan mendapatkan tegangan sebesar U/√3
- Sehingga arus yang mengalir ditiap belitan sebesar IY
- Arus yang mengalir ditiap belitan akan sama dengan arus arus fasa IY

Bila stator dihubungkan delta, maka :

- Tiap belitan mendapatkan tegangan sebesar U
- Sehingga arus yang mengalir ditiap belitan sebesar IfΔ
- Arus fasa untuk belitan delta : IΔ = √3 IfΔ

Bila dibandingkan,

Rangkaian Bintang/Star-Delta (Y-Δ) Motor Induksi Tiga Fasa - imroee.blogspot.com

Koreksi Faktor daya (Cos φ) dan Rangkaian

Koreksi Faktor daya (Cos φ) dan Rangkaian - imroee.blogspot.com - Faktor daya yang rendah kebanyakan dihasilkan oleh peralatan yang digunakan dalam suatu perusahaan atau industry, seperti motor-motor listrik (terutama pada beban rendah), unit-unit ballast dari lampu pelepas serta transformator. Peralatan-peralatan seperti ini memerlukan daya reaktif induktif, yaitu daya listrik yang dibutuhkan untuk menghasilkan medan magnet. Tanpa daya reaktif induktif, daya listrik tidak dapat ditransfer melalu celah udara pada motor-motor listrik.

Untuk mencatu beban dengan kilowatt tertentu pada faktor daya yang rendah akan memerlukan arus yang lebih besar dibandingkan apabila faktor dayanya satu. Karena kerugian saluran dalam setiap saluran daya yang mencatu beban berbanding lurus dengan arus saluran, maka makin rendah faktor daya, kerugian saluran akan makin tinggi. Oleh karena itu, setiap perbaikan dalam faktor daya akan dapat menaikkan efisiensi sistem dan memperbaiki karakteristik kerja sistem tersebut.

Sistem tenaga listrik pada sebuah gedung-gedung besar seperti mall misalnya, yang sehari-hari sebagian besar menggunakan motor-motor listrik dan alat induktif lainnya, menyebabkan faktor daya menjadi sangat rendah misalnya berada pada rentang 0.6 - 0.8 sehingga kerugian saluran akan terasa sekali. Selain kerugian teknis, hal ini juga menyebabkan kerugian ekonomis, yaitu adanya kewajiban membayar tagihan rekening listrik kepada PT. PLN dalam jumlah yang cukup besar pada setiap bulannya.

Prinsip dasar dari peningkatan faktor daya adalah menyuntikkan suatu arus dengan fase mendahului ke dalam rangkaian agar menetralisir efek arus magnetisasi yang ketinggalan fase. Dalam kondisi ini energi yang dibutuhkan oleh medan magnet bersikulasi di antara peralatan koreksi dan instalasi yang dikoreksi sebagai pengganti antara instalasi dan sumber.

Untuk mengoreksi faktor daya yang rendah tersebut dapat menggunakan kapasitor statik yang dihubungkan ke sistem yang dicatu oleh PT. PLN maupun genset. Pemasangan kapasitor ini dapat menghindari overload dari tranformator, jatuh tegangan, naiknya suhu pada kabel (mengurangi rugi-rugi) dan memperbesar pemakaian daya aktif. Kapastitor-kapasitor statik ini terdiri dari elemen-elemen yang dipasang paralel dan dihubung delta. Kapasitor-kapasitor ini dilengkapi dengan tahanan pengosongan guna menjamin pengosongan otomatik jika sumber diputuskan.

Apabila ingin menggunakan Kapasitor Bank untuk mengoreksi faktor daya dapat menggunakan intalasi kapasitor bank dengan kompensasi terpusat. Contoh rangkaian pemasangan kapasitor bank dapat dilihat pada gambar berikut:


Kapasitor-kapasitor perbaikan faktor daya 3 fasa dihubungkan pada generator

Contoh perhitungan daya reaktif yang diperlukan untuk menaikkan faktor daya dapat dihitung sebagai berikut :

Friday, January 29, 2010

Nikola Tesla (10 Juli 1856 - 7 Januari 1943)

Nikola Tesla (10 Juli 1856 - 7 Januari 1943)
Add caption
Nikola Tesla (10 Juli 1856 - 7 Januari 1943) adalah seorang inventor dan Insinyur bidang mekanika dan listrik. Ia adalah seorang Kontributor yang sangat penting dalam perkembangan listrik secara komersial dan juga terkenal dengan revolusinya mengenai perkembangan medan elektromagnetik pada akhir abad ke-19 dan awal-awal abad ke-20. Nikola Tesla mendapatkan hak paten atas teorinya mengenai sistem tenaga listrik arus bolak balik (AC = Alternating Current), termasuk di dalamnya sistem distribusi listrik fasa banyak dan motor arus bolak balik, yang mana membantu mengantarkan kita pada Revolusi Industri kedua.

Dilahirkan dari etnik Serbia di desa Smiljan, perbatasan militer Kroasia, Kerajaan Austria (sekarang Kroasia). Ia adalah seorang pada awalnya adalah warga negara Austria dan kemudian menjadi warga negara Amerika. Setelah mendemonstrasikan komunikasi radio nirkabel tahun 1894 dan menjadi pemenang dalam salah satu perhetalatan bernama War of Currents, Ia pun dihormati secara luas sebagai salah satu the greatest electrical engineers di Amerika. Banyak penelitian yang telah ia lakukan sebelumnya mempelopori teknik listrik modern dan banyak penemuannya yang lain menjadi groundbreaking yang tidak kalah penting. Selama periode ini, di Amerika Serikat, ketenaran Nikola Tesla menyaingi penemu-penemu dan ilmuwan yang lain dalam sejarah atau budaya populer, hanya karena kepribadian eksentriknya yang terlihat ganjil dan klaim-klaim aneh tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Nikola Tesla pun pada akhirnya diasingkan dan dicap sebagai ilmuwan gila (mad scientist). Nikola Tesla tidak pernah ada perhatian pada masalah financial dan konon kabarnya, ia meninggal dunia dalam keadaan miskin pada umur 86 tahun. Menyedihkan!

Dalam Sistem Internasional untuk mengukur kuat medan magnetik B (juga dikenal sebagai kerapatan fluks magnet dan imbas magnetik), Tesla adalah satuannya, nama satuan yang diberikan untuk menghormatinya (Conférence Générale des Poids et Mesures, Paris, 1960), dan juga untuk menghormati pengaruh Nikola Tesla terhadap transfer energi tanpa kawat pada peranti-peranti elektronika daya (Nikola Tesla mendemonstrasikannya dalam skala yang kecil dengan menggunakan bola lampu pijar sejak tahun 1893 dan ingin digunakan sebagai penghubung industri-industri antar benua yang mana merupakan proyek Wardenclyffe Tower yang belum selesai).

Selain keelektromagnetan dan teknik elektromekanika, Nikola Tesla juga berkonstribusi terhadap pembentukan robotika, pengendalian jarak jauh, radar, dan ilmu pengetahuan komputer, juga untuk ekspansi balistika, fisika nuklir, dan fisika teoretik. Pada tahun 1943, Supreme Court of the United States (Mahkamah Agung Amerika Serikat) memberikan penghargaan kepada Nikola Tesla sebagai penemu radio. Selain beberapa prestasi-prestasi (temuan) Nikola Tesla telah diterapkan, ada juga beberapa yang kontroversi, seperti mendukung pseudosciences, teori-teori UFO (Unidentified Flying Object), dan gerakan gaib zaman baru.

EARLY YEARS

Nikola Tesla (10 Juli 1856 - 7 Januari 1943)Nikola Tesla terlahir dari keturunan Serbia di Smiljan, Kerajan Austrian dekat kota Gospić, yang bisa ditemukan dalam wilayah teritorial modern Kroasia.

Dalam sertifikat baptisnya, dilaporkan bahwa Nikola Tesla lahir pada tanggal 28 Juni (yang sebenarnya 10 Juli) 1856, seperti sebutkan oleh Milutin Tesla seorang imam dari Gereja Orthodox Serbia. Ayah kandung Nikola Tesla diperkirakan juga berasal dari keturunan Serbia lokal di lembah Tara atau dari keluarga bangsawan di Herzegovinian, yaitu Pavle Orlović. Ibunya benama Đuka, putri seorang imam Gereja Orthodox Serbia berasal dari keluarga yang berdomisili di Lika dan Banija, tetapi asal-muasal yang lebih dalam ialah dari Kosovo. Ibunya berbakat dalam membuat barang-barang kerajinan rumah tangga dan menghafalkan banyak syair-syair kepahlawanan Serbia, walaupun sang ibu tidak pernah belajar membaca.

Nikola adalah anak keempat dari lima bersaudara, seorang kakak laki-laki (Bernama Dane, yang meninggal dalam kecelakaan ketika menunggangi kuda, pada waktu itu Nikola Tesla berumur 5 Tahun) dan tiga saudara perempuan (Milka, Angelina dan Marica). Keluarganya pindah ke Gospić pada tahun 1862. Nikola Tesla menyelesaikan sekolahnya di Karlovac selama empat tahun dari rentang waktu yang seharusnnya cuma tiga tahun.

Nikola Tesla kuliah di Austrian Polytechnic yang terletak Graz pada tahun 1875 dengan mengambil jurusan teknik elektro. Selama kuliah, ia mempelajari penggunaan-penggunaan arus bolak-balik. Beberapa sumber mengatakan bahwa ia memperoleh gelar sarjana dari universitas di Graz. Akan tetapi, pihak universitas mengklaim bahwa ia tidak menerima gelar apapun karena pada tahun ketiga semester pertama, Nikola Tesla berhenti mengikuti perkuliahan. Pada bulan Desember 1878 ia meninggalkan Graz dan hilang kontak dengan orang-orang yang dekat dengannya. Teman-temanya berpikir bahwa ia telah tenggelam di Mura. Nikola Tesla pergi ke Maribor (sekarang Slovenia), dimana ia pertama dipekerjakan sebagai asisten seorang insinyur selama satu tahun. Ia menderita gangguan saraf pada waktu itu. Nikola Tesla kemudian dibujuk oleh ayahnya untuk kuliah di Charles-Ferdinand University yang terletak Prague, dimana dia memenuhinya pada musim panas sekitar tahun 1880. Di sini, ia dipengaruhi oleh Ernst Mach. Setelah ayahnya meninggal dunia, ia pun meninggalkan universitas dan hanya satu tahun kuliah di universitas tersebut.

Nikola Tesla banyak bergelut dengan membaca dan menghafal isi buku-buku dengan lengkap, menurut dugaan Ia punya kemampuan memory fotografis. Nikola Tesla dihubungkan autobiografinya yang menyatakan bahwa ia merekam dengan rinci segala momen-momen inspirasi yang pernah ia alami. Di awal kehidupanya, Nikola Tesla sering jatuh sakit. Ia menderita penyakit aneh yaitu gangguan penglihatan yang sering kali disertai dengan halusinasi-halusinasi. Seringkali ia menghubungkan kata dengan ide-ide yang datang secara kebetulan, hanya dengan mendengar nama suatu benda, ia dengan spontan akan merepresentasikan wujud detil benda itu dengan sangat realistis. Pada zaman modern synesthetes juga melaporkan gejala-gejala yang serupa. Nikola Tesla akan memvisualisasikan suatu penemuan di dalam otaknya dengan ketepatan ekstrim, termasuk mengenai dimensi-dimensi, sebelum membuat konstruksi tangga, teknik pembuatan kadang-kadang diketahui dengan pemikiran gambar (picture thinking). Tipikalnya, ia tidak menggambar dengan tangan, sebagai gantinya hanya memahami semua gagasan dalam pikirannya. Nikola Tesla juga sering kali terbayang-bayang peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi dalam hidupnya dan ini mulai terjadi selama masa kanak-kanak.

Pada tahun 1880, ia pindah ke Budapest untuk bekerja di bawah Tivadar Puskás dalam perusahaan telegraf yang bernama National Telephone Company. Di sana, ia bertemu dengan Nebojša Petrović, seorang peneliti muda kebangsaan Serbia yang tinggal di Austria. Meski pertemuan mereka singkat, mereka telah mengerjakan proyek bersama menggunakan turbin kembar (twin turbines) untuk membuat pembangkit listrik yang kontinyu. Pada pembukaan pusat telepon di Budapest tahun 1881, Nikola Tesla menjadi kepala teknisi listrik di perusahaan tersebut, dan kemudian menjadi insinyur sistem telepon pertama di negeri itu. Ia juga mengembangkan sebuah alat yang menurut sebagian orang adalah pengeras telepon atau amplifier, tetapi menurut pendapat yang lain, itu adalah pengeras suara (loudspeaker) yang pertama.

UNITED STATES AND FRANCE

Nikola Tesla (10 Juli 1856 - 7 Januari 1943)Pada tahun 1882 Nikola Tesla pindah ke Paris, Prancis, bekerja sebagai seorang engineer untuk Continental Edison Company (cabang perusahaan milik Edison), melakukan perbaikan-perbaikan perancangan peralatan listrik dibawah gagasan-gagasan Edison yang dibawa dari luar negeri. Dalam tahun yang sama pula, diperusahaan tersebut Nikola Tesla memahami motor induksi dan mulai mengembangkan berbagai peranti-peranti yang menggunakan prinsip medan magnet putar dimana ia menerima hak paten pada tahun 1888.

Segera sesudah itu, Nikola Tesla tersadar dari mimpinya dimana ibunya telah meninggal, "Dan aku tahu bahwa ini akan terjadi," seperti itu katanya, sesuatu yang cepat atau lambat tapi pasti akan terjadi pada diri kita semua. Setelah kematian ibunya, Nikola Tesla pun jatuh sakit. Ia menghabiskan waktu dua sampai tiga minggu untuk penyembuhan di Gospic dan di desa Tomingaj dekat Gracac, yang merupakan tempat kelahiran ibunya.

Pada tanggal 6 Juni 1884, Nikola Tesla pertama kali tiba di Kota New York, Amerika Serikat, dengan membawa selembar surat rekomendasi dari Charles Batchelor, seorang perekrut tenaga kerja. Dalam surat rekomendasi yang ditujukan kepada Thomas Edison, Batchelor menulis, "Aku mengenal dua orang besar dan anda adalah satu dari mereka; yang lain adalah anak muda ini." Edison pun menyewa Nikola Tesla bekerja untuk proyek-proyek mesinnya. Nikola Tesla bekerja untuk Edison dimulai dari teknik listrik yang sederhana dan Nikola Tesla pun begitu cepat mengalami kemajuan serta mampu memecahkan sebagian dari permasalahan paling sulit perusahaan tersebut. Nikola Tesla bahkan sepenuhnya diberikan tugas untuk merancang kembali pembangkit-pembangkit arus searah perusahaan Edison.

Nikola Tesla mengaku ia ditawari gaji sebesar US$ 50,000 ( sekitar US$11 juta untuk tahun 2007, yang disesuaikan dengan inflasi) jika ia berhasil merancang kembali motor-motor dan pembangkit-pembangkit yang tidak efisien milik perusahaan Edison, serta perbaikan layanan dan ekonomi. Nikola Tesla mengatakan bahwa ia bekerja siang malam dalam proyek tersebut dan hasilnya, perusahaan Edison mendapat beberapa hak paten baru yang menguntungkan, itu semua berkat kerja keras Nikola Tesla. Pada tahun 1885, ketika Nikola Tesla mempertanyakan soal pembayaran upah atas hasil kerjanya, Edison menjawab, "Tesla, anda tidak mengerti lelucon kami (orang Amerika)". Entah apa maksudnya, tapi kita bisa tebak kalau perkataan Edison tersebut kurang menyenangkan di benak Nikola Tesla. Tesla pun mulai berpikir, kalau pendapatannya sebesar US$ 18 per minggu, Nikola Tesla harus bekerja selama 53 tahun untuk mendapatkan jumlah royalty seperti yang Edison janjikan sebelumnya yaitu sebesar US$ 50,000. Tesla kemudian berhenti bekerja diperusahaan tersebut ketika ia ditolak saat meminta kenaikan gaji sebesar US$ 25 per minggu.

Karena Nikola Tesla sangat membutuhkan pekerjaan, untuk waktu yang tidak lama, ia pada akhirnya menjadi tukang bersih-bersih selokan untuk perusahaan Edison. Selain itu, menjadi buruh kasar yang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang mengerikan, tetapi dengan segala keterbatasan tersebut, Tesla tetap fokus mengembangkan sistem fasa banyak arus bolak-balik

The Facemash Post - Nikola Tesla (10 Juli 1856 - 7 Januari 1943) - BERSAMBUNG …...

Wednesday, January 27, 2010

Stefanus Ányos Jedlik (11 Januari 1800 – 13 Desember 1895)

Stefanus Ányos Jedlik (11 Januari 1800 – 13 Desember 1895)
The Facemash Post - Secara pribadi beliau bernama asli Jedlik Ányos István. Artikel ini menggunakan nama Barat (Werstern).

Stefanus Ányos Jedlik (Jedlik Ányos István) (11 Januari 1800 – 13 Desember 1895) adalah inventor asal Hongaria, insinyur, fisikawan, imam Benediktin, anggota Hungarian Academy of Science, dan juga penulis beberapa buku. Orang-orang Slovak dan Hongaria menjuluki Ányos Jedlik sebagai bapak dinamo dan motor listrik. Dewasa ini, ia merupakan kebanggaan bangsa Hongaria dan Slovak.

LIFE

Ányos Jedlik lahir di perkampungan Szimo, Kerajaan Hongary (sekarang Zemné, Slovakia). Pendidikan Ányos Jedlik pada tingkat sekolah menengah berlangsung di Nagyszombat (sekarang Trnava) dan Pozsony (sekarang Bratislava). Pada tahun 1817 Ányos Jedlik menjadi seorang Benediktin dan pada tahun yang sama ia melanjutkan studinya. Ia memberi kuliah di sekolah-sekolah Benediktin sampai pada tahun 1839, kemudian pada tahun 1840 menjadi dosen di Budapest University. Disana Ányos Jedlik banyak memberikan kuliah tentang ilmu murni khususnya mekanika fisika. Tak banyak orang yang menyangka pada waktu itu bahwa apa yang dilakukan Ányos Jedlik akan menjadi bagian yang penting dalam perkembangan generasi fisikawan baru berikutnya.

Stefanus Ányos Jedlik (11 Januari 1800 – 13 Desember 1895)
Pada tahun 1845 ia mulai mengajar para siswa di Hongaria dalam bahasa Latin. Sepupunya Gergely Czuczor (ahli bahasa Hongaria terkenal) meminta dia untuk menciptakan kosa kata Hongaria yang pertama dalam ilmu fisika. Melalui bukunya, ia dihormati sebagai salah satu pendiri kosa kata Hongaria dalam ilmu fisika. Ia menjadi dekan fakultas seni pada tahun 1848, dan tahun 1863 menjadi rektor Universitas.

Dari tahun 1858 Ányos Jedlik adalah anggota yang aktif di Hungarian Academy of Sciences dan dari tahun 1873 ia menjadi anggota kehormatan di organisasi tersebut. Ányos Jedlik menghabiskan banyak waktunya dalam melakukan penelitian mengenai sains, akan tetapi ia tidak mengkomunikasikan hasil penemuannya yang sangat penting itu, yakni prototype dinamo, sampai tahun 1856.

Stefanus Ányos Jedlik (11 Januari 1800 – 13 Desember 1895)
Sampai tahun 1861 pun tidak, Ányos Jedlik mengatakan bahwa apa ia temukan telah ditulis dalam sebuah buku dan menjadi salah satu daftar inventaris universitas. Meski ada dokumen yang bisa memberikan bukti mengenai status Ányos Jedlik sebagai penemu dynamo (originator), penemuan tentang dynamo justru dihubung-hubungkan dengan nama Siemen, karena pada waktu itu, Ányos Jedlik tidak pernah muncul memberikan penjelasan mengenai penemuannya.

Pada tahun 1827, Ányos Jedlik mulai melakukan percobaan dengan divais rotasi elektromagnetik yang ia sebut dengan nama Lighning-magnetic self-rotor. Dalam prototipe ini, terdiri dari dua bagian utama yaitu bagian yang statis dan bagian yang berputar, kedua bagian tersebut adalah bahan yang bersifat elektromagnetik. Pada tahun 1873 dalam acara World’s Fair yang diselenggarakan di Vienna, ia mendemonstrasikan prototype yang telah dibuatnya

Stefanus Ányos Jedlik (11 Januari 1800 – 13 Desember 1895)
Setelah pensiun, Ányos Jedlik tetap melanjutkan penelitiannya dan menghabiskan beberapa tahun sisa hidupnya disebuah biara yang terletak di Győr, Kingdom of Hungary, Austria-Hungary, yang juga merupakan tempat dimana beliau meninggal dunia.

Dynamo invention

Stefanus Ányos Jedlik (11 Januari 1800 – 13 Desember 1895)
Penemuan Ányos Jedlik yang paling dikenal adalah prinsip kerja dynamo eksitasi sendiri. Pada tahun 1827, Ányos Jedlik mulai mengadakan percobaan roatasi elektromagnetik yang ia sebut rotor dengan elektromagnetik sendiri (electromagnetic self-rotors). Dalam prototype ini terdiri atas kutub tunggal penghantar listrik, yaitu stator dan rotor yang merupakan bahan elektromagnetik.. Pada intinya, konsep daripada magnet permanen adalah apabila dua bahan electromagnet yang saling berhadapan satu sama lain, medan magnetik akan terinduksi di sekitar rotor. Ányos Jedlik merumuskan konsep dinamo eksitasi sendiri sekitar tahun 1861, enam tahun lebih dulu dari Siemens dan Wheatstone.

Arus dialirkan pada kumparan yang melalui kutup utara, memotong garis gaya magnet, selanjutnya rotorpun akan berotasi, arus yang yang mengalir intensitasnya berkurang lalu muncul lagi pada kutub selatan rotor dengan arah yang berlawanan. Kumparan yang dililitkan pada batang rotor dihubungkan dengan komutator, seperti itu arus selalu mengalir ke arah yang sama pada rangkaian.

The Facemash Post | About Stefanus Ányos Jedlik (11 Januari 1800 – 13 Desember 1895)