Showing posts with label local-news. Show all posts
Showing posts with label local-news. Show all posts

Tuesday, May 17, 2011

Crop Circle In Cikarang, Bekasi

A crop circle appeared in rice field Kota Delta Mas of Cikarang, Bekasi. But the farmers to ensure that the crop circle on their land is a man-made, on Monday (16/5)

The farmers say the mysterious circle was made for three days from April 29, 2011 for the filming of an ad. Now the crop circle is being a spectacle for residents.

Here they are the pics of crop circle in Cikarang, Bekasi.

Crop Circle In Cikarang, Bekasi - the facemash post
Crop Circle In Cikarang, Bekasi - the facemash post
Crop Circle In Cikarang, Bekasi - the facemash post

Crop Circle In Cikarang, Bekasi - the facemash post
The Facemash Post - Crop Circle In Cikarang, Bekasi

Two Suspected Terrorists Sigit Qurdowi and Hendro Yunianto Dead

Two suspected terrorists, Sigit Qurdowi and Hendro Yunianto, was shot by Special Detachment 88 in Sukoharjo, Central Java, Saturday, May 14, 2011.

Two Suspected Terrorists Sigit Qurdowi and Hendro Yunianto Is Dead - the facemash post

The bodies of both terrorist are still in Bhayangkara Hospital in Semarang, Central Java. Related to the repatriation of the bodies, Inspector Edward Aritonang said they are still awaiting for a decision from the Detachment 88 to send the corpses home.

The bodies are being identifed by the Detachment and it'll just be sent home until the identification has finished.

Edwards admitted that he had submitted notification to the families of two suspected terrorists about the existence of the corpses. "However, until now there is no one of the families of the terrorist visited Bayangkara Hospital," he said.

Also, a resident rice seller Nur Iman was killed in the raid of Sigit and Hendro. Police claim that Nur Iman died after being shot by one of the suspected terrorist.

A number of evidence was also seized by police from the Sigit's parent house. General Inspector Anton Bahrul Alam explained that the results of the raid found some sharp weapons such as axes, folding knives, two saber blades, and sharp weapons.

Police also seized two air rifles, pistols, and Rp. 53.200.000 in cash.

Two Suspected Terrorists Sigit Qurdowi and Hendro Yunianto Is Dead - the facemash post
Two Suspected Terrorists Sigit Qurdowi and Hendro Yunianto Is Dead - the facemash post

Anton added, the police also found 15 pieces of pornographic VCDs, cassette tapes 6 units, 1 bucket contents of lime powder, 1 plastic bag of white cement, envelopes and letter for requesting donations, seals, and 2 mobile phones.

Hendro Yunianto and Sigit get listed in search of people, bombing churches and Police Office at Pasar Kliwon in December 2010. Both are also involved in terrorist networks in Cirebon and planning retaliation against the Police in May 2011.

Sigit Qurdowi network is suspected as a supplier of weapons to the terrorist networks Muhammad Sharif Astanagarif conducting suicide bombings in mosque Az Zikra, a Police Office in Cirebon on 15 April 2011.

Two Suspected Terrorists Sigit Qurdowi and Hendro Yunianto Is Dead - the facemash post

Two Suspected Terrorists Sigit Qurdowi and Hendro Yunianto Is Dead - the facemash post
The Facemash Post - Two Suspected Terrorists Sigit Qurdowi and Hendro Yunianto Dead

Friday, April 15, 2011

Briptu Norman Kamaru – Cinta Farhat juga Menggila

Briptu Norman Kamaru atau biasa dipanggil Briptu Norman saja kembali meluncurkan video terbarunya. Jika Briptu Norman melakukan lipsync dalam video “Polisi Menggila”, kini Briptu Norman, anggota Brimob Gorontalo itu menyanyikan lagu karya pengacara Farhat Abbas berjudul “Cinta Farhat”. Video klip Briptu NormanCinta Farhat” ini beredar dalam situs Youtube berdurasi 3 menit 29 detik.

briptu norman menyanyikan lagu cinta farhat heboh di youtube

Briptu Norman Kamaru – Cinta Farhat juga Menggila - The Facemash Post - Video “Cinta Farhat” diunggah pertama kali sejak Senin, 11 April 2011, dan kini Video “Cinta Farhat” tersebut sudah dikunjungi ratusan ribu orang. Gambar patung Jenderal Sudirman dan gedung-gedung di Jakarta dipakai sebagai pembuka Video “Cinta Farhat”, dan tidak ketinggalan sejumlah pimpinan Briptu Norman dari Komandan Brimob Gorontalo hingga Kapolri Jenderal Timur Pradopo tampak dalam Video “Cinta Farhat”.

Video “Cinta Farhat” berlanjut di mana Briptu Norman yang mengenakan seragam Brimob warna biru tua, menyanyikan lagu “Cinta Farhat” dari dalam mobil. Potongan video “Polisi Menggila’ sesekali disisipkan dalam video klip “Cinta Farhat”. Selain itu, juga ditampilkan gambar saat Briptu Norman melakukan rekaman di sebuah studio.



Tidak seperti video Chaiya-Chaiya “Polisi Menggila”, dalam video klip “Cinta Farhat” hadir seorang model perempuan yang mengenakan baju tanpa lengan berwarna merah muda.

Thursday, April 14, 2011

Film "?" (Tanda Tanya) Terancam Diharamkan MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempermasalahkan secara keras film "?" garapan sutradara Hanung Bramantyo. Sejumlah isu krusial di film itu, seperti pemurtadan, menjadi catatan MUI - The Facemash Post.

film tanda tanya ? diharamkan MUI

Film "?" (Tanda Tanya) Terancam Diharamkan MUI - "Ada masalah-masalah krusial, seperti berbau relativisme dan lumrahnya pemurtadan. Itu menjadi dasar kami," kata Ketua MUI Ma'ruf Amin pada Kamis malam, 14 April 2011.

Apakah film "?" akan segera diharamkan MUI?

"Mau ke arah sana. Saat ini masih dalam peringatan keras dulu. Kami akan ke arah pencekalan atau memberikan pendapat akan film itu," ujar Ma'ruf.

MUI, kata Ma'ruf, sudah bertemu dengan produser film "?" tersebut. Sejumlah kesepakatan juga sudah dirumuskan.

"Hasilnya akan diberi peringatan terhadap isi film itu," jelas Ma'ruf. Namun, MUI belum bertemu dengan Hanung selaku sutradara.

fatwa film tanda tanya ? diharamkan MUI

Ma'ruf melanjutkan, MUI pun akan menindaklanjuti kemungkinan adanya dampak film tersebut kepada masyarakat, terutama Muslim. "Kami akan terus pantau perkembangan penayangan film tersebut." (vivanews.com)

the facemash post
The Facemash Post - Film "?" (Tanda Tanya) Terancam Diharamkan MUI

Saturday, November 20, 2010

Yeah... Gayus Tambunan, Cigar Guy Indonesia Yang Kehilangan Cerutu

Gayus Tambunan, Cigar Guy Indonesia Yang Kehilangan Cerutu | The Facemash Post - Pada awal bulan Oktober lalu, dunia maya sempat dihebohkan oleh kemunculan seorang pria misterius yang mengenakan penutup kepala seperti sorban dan merokok dengan cerutu yang sedang menonton pertandingan golf di Piala Ryder 2010. Karena begitu misteriusnya, ia kemudian hanya disebut dengan Cigar Guy alias Pria Cerutu.

Gayus Tambunan, Cigar Guy Indonesia Yang Kehilangan Cerutu

[Full story: Misteri Penampakan "Cigar Guy" Di Dunia Maya]

Awal kemunculan foto Cigar Guy tersebut adalah ketika situs dailymail.co.uk mem-publish postingan tentang kisah seorang fotografer untuk Daily Mail bernama Mark Pain mendapat gambar yang menakjubkan di Piala Ryder 2010 karena kesalahan Tiger Woods melakukan tembakan langsung dan justru menuju ke kamera sang fotografer.

Dia tidak menghindar dan bola golf hasil termbakan Tiger tersebut benar-benar menghantam lensa kamera. Tetapi sebelum bola golf bercumbu dengan lensa kamera, sang fotografer berhasil mengabadikan bola yang melintas ke arahnya ditengah perjalanan. Sekarang foto-foto tersebut telah dilihat oleh para peselancar di dunia maya di seluruh dunia.

Gayus Tambunan, Cigar Guy Indonesia Yang Kehilangan Cerutu

[Full story: Identitas Pria Misterius "Cigar Guy" Di Dunia Maya Akhirnya Terungkap]

Foto si Cigar Guy yang tampak menyeringai itu telah menggebrak permainan dunia maya di seluruh dunia oleh para Photoshopper. Tetapi pada akhirnya Identitas rahasia Cigar Guy itu terungkap. Cigar Guy misterius itu telah ditemukan setelah Daily Mail melakukan investigasi dan menemukan kenyataan bahwa Cigar Guy sebenarnya adalah seorang pria (tentu saja). Dia adalah seorang pria yang agak pemalu. Cigar Guy misterius itu bernama Rupesh Shingadia, seorang analis investasi berumur 30 tahun yang masih tinggal bersama orang tuanya di London Selatan.

Ternyata Rupesh Shingadia berpakaian seperti Miguel Angel Jimenez yang merokok dengan cerutu, untuk menarik perhatiannya karena Rupesh benar-benar nge-fans sama dia. Rupesh Shingadia adalah seorang penggeramar olahraga golf. Namun, Rupesh Shingadia mengakui bahwa ia tidak bermaksud untuk membuat heboh, jika ia tahu reaksi yang luar biasa itu akan terjadi, ia mungkin tidak akan pernah mengenakan kostum itu. (http://facemashpost.blogspot.com)

Kisah yang serupa juga di alami oleh Gayus Halomoan Tambunan, seorang terdakwa kasus mafia pajak dan pencucian uang yang tertangkap kamera sedang menonton tenis di Bali pada Jumat (5/11/2010). Penampakan Gayus tersebut membuat para wartawan peliput tennis Tournament Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali, geger.

Gayus Tambunan, Cigar Guy Indonesia Yang Kehilangan Cerutu

Kalau Daily Mail punya fotografer bernama Mark Pain, Kompas punya fotografer bernama Agus Susanto yang berhasil membidikkan kameranya ke arah orang yang dimaksud, yaitu Gayus Tambunan. Saat itu, Gayus duduk di antara deretan penonton lain, berkacamata, mengenakan wig dan kaos warna hitam, sedang menonton pertandingan tenis Commonwealth Bank Tournament of Champions di Bali.

Gayus Tambunan, Cigar Guy Indonesia Yang Kehilangan Cerutu

Pada Senin (15/11/2010), Gayus, yang mestinya masih menghuni Rumah Tahanan Brimob di Kelapa Dua, Depok, akhirnya mengakui bahwa pria gentayangan itu adalah dirnya, yang dia sampaikan kepada pewarta seusai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (kompas.com)

Well, perhatikan foto-foto perbandingan antara Rupesh Shingadia si Cugar Guy dengan Gayus Tambunan si Mafia Pajak dan Pencucian Uang berikut:

Gayus Tambunan, Cigar Guy Indonesia Yang Kehilangan Cerutu
Gayus Tambunan, Cigar Guy Indonesia Yang Kehilangan Cerutu
Gayus Tambunan, Cigar Guy Indonesia Yang Kehilangan Cerutu

Coba anda perhatikan adakah persamaan antara Rupesh Shingadia dengan Gayus Tambunan? Yeah.., Mereka sama-sama penggemar salah satu cabang olahraga, tertangkap kamera seorang fotografer sebuah media berita ketika sedangkan asyik menonton pertandingan, menyamar, dan akhirnya identitas mereka terungkap. Hanya saja, foto Gayus Tambunan terkuak ke permukaan tanpa Cerutu terjepit di antara giginya, mungkin Cerutunya ketinggalan di sel penjara. Entahlah... aku hanya merasa penyamaran mereka mirip sekali.

The Facemash Post - Yeah... Gayus Tambunan, Cigar Guy Indonesia Yang Kehilangan Cerutu

Wednesday, November 10, 2010

The Secret Service: "Hey Guys, This is Not Museum"

On Tuesday (09/11/2010) afternoon, the visit of President of the United States, Barack Hussein Obama, not only made the curiosity of people in border of capital street to be traversed by president to see what and how the presidential entourage of "Uncle Sam's country" is.

The same curiosity experienced by members of the Indonesian press who assigned to cover Obama's visit, particularly at the State Palace, Jakarta.

Despite they have an ID, the press did not allow to get into the Palace Complex, especially into the yard and State Palace building.

And you know, during the coverage of the visit of U.S. President, the press is restricted and regulated in such a way that can not be crowded-crammed into the Palace.

State Palace has become a sterile place for the press, unless a special permission. Besides, it's used as a place for reception and meeting face to face and bilateral delegations of Indonesia and the U.S. delegation. The Presidential Palace is also as a place for press to coverage the statement between U.S. President and the President of Indonesia.

Somehow, when press statement would be done at the Credentials Room, several members of the press from Indonesia, out of 25 people who have obtained special permission to follow the press release, suddenly get into the State Palace yard.

They're not just trying to look into the Credentials Room, although they're failed because triggered by the U.S Secret Service or the U.S. Presidential bodyguard.

In fact, the press which followed a number of staff of the Presidential Household utilize to photographed with the U.S. Presidential car as background on their photos that was carrying from U.S directly.

At first it looked okay, some of members of the press succesfully photographed the car as background on the photos. He thought, rather than hardly to take pictures with President Obama, with the president official car was never mind.

The event of photographs were also apparently caught an attention by the staff of the Presidential Household to join to get amazing picures beside the car. Some of them used a cell phone and even had a special request to take their photos by photographers.

However, the Secret Service suddenly admonished the reporters in the scene who were being photographed so engrossed. "Hey guys, this is not a museum," the Secret Service said. The press and the staff simultaneously went away from the car of U.S. Presidency. So poor..! (kompas.com)

Tuesday, November 9, 2010

Tifatul Sembiring Pegang Tangan Michelle Obama Bikin Heboh. Kenapa?

Tifatul Sembiring
Tifatul Sembiring Pegang Tangan Michelle Obama Bikin Heboh. Kenapa? | IMROEE - Kunjungan Obama ke Indonesia pada dasarnya banyak memberikan rasa gembira bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Maklum, pulangnya si anak Menteng itu dianggap sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada sebuah bangsa yang pernah memberikan satu penggal kisah perjalanan hidup presiden negara adidaya itu.

Di balik kemewahan pesta penyambutan presiden Amerika itu, ternyata masih ada satu persitiwa yang cukup unik, yakni terkait dengan prosesi jabat tangan Obama dan istrinya itu dengan para anggota kabinet bersatu. Masalahnya adalah Tifatul Sembiring, mantan ketua partai PKS itu, masuk di deretan jajaran para menteri sehingga mau tidak mau ia harus ikut jabat tangan juga dengan Michelle Obama. Sebagaimana diketahui, PKS adalah sebuah partai politik yang mengusung paham Islam Fundamental yang sangat ketat menjaga jarak kontak fisik dengan lawan jenis yang bukan mahram.

Larangan jabat tangan laki-laki-perempuan bukan keluarga di kalangan muslim fundamental menjadi sebuah paham yang krusial. Jabat tangan dengan istri orang lain, sebagai misal, dianggap hal yang tabu. Alasan dasarnya adalah bahwa jabat tangan itu berpotensi untuk memicu kontak fisik yang lain sehingga bisa membawa pelakunya ke jurang perzinahan. Dalil kuat yang mendukung itu adalah sebuah ayat al-Qur’an yang mengingatkan kepada umat Islam untuk tidak mendekati zina karena zina merupakan jalan yang kotor dan seburuk-buruknya perilaku. Jabat tangan semacam tadi termasuk perilaku mendekati zina. Dengan kata lain, ‘handshake’ antara laki-laki perempuan bukan mahram bisa dianggap awal dari zina.

Ketika tokoh Fundamental sekaliber Tifatul bersentuhan tangan dengan Michelle Obama, banyak masyarakat kita yang berkomentar. Sebagian dari mereka menyayangkan kejadian itu karena dalam soal yang prinsip semestinya tidak ada kompromi. Tifatul seyogyanya bisa menghindar secara arif dengan tidak mengulurkan tangan dan hanya merapatkan kedua telapak tangannya di dadanya sambil berkata, “Sorry, I cannot shake your hand”. Atau, paling ekstrim dan lebih aman, dia tidak usah datang ke acara tersebut. Di pihak lain, ada orang-orang yang mengolok-oloknya karena dianggap tidak konsisten dengan gaya hidupnya yang ’suci’.

"Sdh ditahan 2 tangan, eh bu michele nya nyodorin tangannya maju banget...kena deh"

Apapun pandangan orang, peristiwa jabat tangan itu sudah terjadi. Itu artinya kita harus bisa mendudukkan perkara pada konteksnya. Bagi saya, posisi Tifatul yang berada dalam sebuah upacara terhormat itu bisa dianggap darurat. Darurat bisa memberikan satu pintu jalan keluar agar tidak membuat kemadaratan lebih besar.

Misalnya, ketika Tifatul menolak jabat tangan dengan istri Obama, padahal baru saja ia jabat tangan dan bertegur sapa dengan Obama, maka sikap itu akan sangat mengejutkan dan akan memberikan impresi negatif kepada Michelle. Oleh sebab itu, tatkala Tifatul dengan ’terpaksa’ menjabat tangan Michelle dapat dianggap sebagai salah satu penghormatan demi terciptanya susana harmonis. Ia bisa berdalih bahwa darurat bisa memberikan satu pintu solusi cerdas, persis dengan kondisi jamaah haji kita di Makkah saat ini.




Sayangnya, Tifatul berkomentar lain. Dia bersikeras bahwa Michelle-lah yang memaksanya untuk jabat tangan. Padahal dalam rekaman video itu di News.Yahoo!, Tifatul sama sekali tidak menunjukkan ekspresi menghindar, sangat berbeda dengan apa yang dia katakan kepada pers. Nah, barangkali, di sinilah perlunya kedewasaan kita dalam menyikapi masalah itu. Perkara hati biarlah jadi urusan Tifatul dan Tuhannya. Kita anggap saja bahwa Tifatul berbuat itu hanya sebagai bentuk rasa hormat kepada sesama manusia, khususnya dalam posisi darurat. Dan dengan begitu, selesai sudah urusan.

Adapun ketika perilaku itu dianggap sebagai bentuk sikap munafik, wah kita harus hati-hati agar tidak mudah menghakimi seseorang. Jangan-jangan kita ini juga termasuk golongan itu. Kita pasti tahu bahwa manusia memang tempat salah dan lupa. Semoga saja jika demikian, dia (dan kita juga yang ikut mengolok-oloknya) bisa segera bertobat. (IMROEE via unik.kompasiana.com)

Saturday, October 23, 2010

Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara

Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara
Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara

Judul ini diambil dari liputan program Sigi, SCTV, yang masih tertunda penayangannya. Sedianya, laporan berdurasi sekitar 23 menit itu ditayangkan pada Rabu malam pekan lalu.

Tim Sigi menginvestigasi bisnis seks ini selama satu bulan, dari September hingga Oktober, dengan dua kamera. Satu kamera dititipkan kepada narapidana. Satu kamera lagi dipasang pada tempat rahasia. Kemarin sore, Tempo berkesempatan menonton program itu di lantai 9 SCTV Tower, Senayan City, Jakarta. Tayangan dibagi dalam tiga segmen.

Pada segmen pertama, ada visualisasi tentang aneka penyimpangan di penjara, seperti fasilitas mewah untuk narapidana berduit, pungutan liar oleh sipir, dan bisnis seks yang jadi tema cerita.

Sigi memperlihatkan sejumlah perempuan, disebutkan sebagai pekerja seks, yang tengah bertransaksi di ruang tunggu Rumah Tahanan Salemba, Jakarta. Para perempuan itu berpura-pura menjadi penjenguk.

Lalu muncul wawancara dengan perempuan berbaju hangat hitam, berkalung emas, dan berkulit sawo matang. Wajah perempuan disamarkan, tapi suaranya tidak.

Perempuan itu mengaku sebagai perantara, antara germo dan para napi. Dialah yang melakukan tawar-menawar harga dengan sipir. Bila sepakat, misalnya, kamar tersedia dengan tarif Rp 400 ribu per 30 menit.

Kamar intim itu akan dijaga sipir, sehingga napi yang sanggup membayar bisa menyalurkan hasratnya. Menurut si perantara, transaksi biasanya berlangsung pada malam hari, meski bisa juga pada pagi hari. Penggalan wawancara dengan si perempuan ini diberi latar adegan di kamar intim yang disamarkan.

Segmen ini juga memuat penjelasan Ahmad Taufik, mantan narapidana politik yang juga wartawan Tempo. Taufik membenarkan adanya praktek bisnis urusan bawah pusar di penjara itu.

Pada segmen kedua, narator tim Sigi menyebutkan bahwa undang-undang di Indonesia belum mengakomodasi pemenuhan hasrat biologis para napi. Negara seperti Amerika Serikat dan Australia mengatur pemenuhan kebutuhan seksual para napi beristri dalam kunjungan, yang disebut conjugal visit.

Mengambil video dari YouTube, Sigi memperlihatkan fasilitas kamar intim di penjara dua negara itu. alu ada cuplikan wawancara dengan penulis dan wartawan senior Arswendo Atmowiloto, yang juga pernah dipenjara. Menurut dia, bisnis seks dalam penjara itu sudah menjadi rahasia umum. "Kamar penjara itu dingin lo, jadi ya wajar saja para napi mencari jalan untuk memenuhi hasratnya," kata Arswendo.

Pada segmen terakhir, tim Sigi memperlihatkan suasana kamar intim yang menjadi lahan bisnis para sipir. Kamar di lantai dua itu dilengkapi kasur busa dengan seprai bermotif bunga-bunga.

Lalu ada wawancara dengan Kepala Rutan Salemba Toro, yang menyangkal keberadaan bisnis seks di tempatnya memimpin. "Kalau ada, akan kami sikat, karena itu melanggar aturan dan kesusilaan," kata dia.

Pada segmen ini, tim Sigi memperlihatkan reaksi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar, yang terkejut atas fakta yang ditemukan Sigi. "Kalau boleh, kita datang ramai-ramai ke sana. Terima kasih sudah memberi informasi ini," ujarnya.

Patrialis menambahkan, pemerintah sedang mengkaji kemungkinan penyediaan tempat khusus bagi napi yang sudah menikah untuk memenuhi kebutuhan biologis mereka di penjara.

Jika ada kepala penjara yang terlibat bisnis seks, Patrialis mengancam akan menindaknya secara tegas. "Karena itu mengambil kebijakan sendiri."

Pada akhir tayangan, narator Sigi menekankan perlunya penyelidikan independen atas bisnis seks di penjara. Selain itu, pemerintah perlu membuat aturan yang memanusiakan para narapidana.(tempointeraktif.com)
Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara

Sandhy Sondoro Talks About Peace in the Third Album

Sandhy Sondoro re-launched his album. This time Sandhy in his third album talking about love to depicting peace.

The launch of Sandhy's third album was performed at the Hard Rock Cafe, Jalan MH. Thamrin, Central Jakarta on Friday (22/10/2010) night. Sandhy's third album titled 'Sandhy Sondoro'.

"My message here is actually 'one love', not just love between two guy, but peace. I am a minority in Germany had ever felt how racist was," Sandhy explained.

In the album, the man who have known singing in German is still relying 12 songs taken from his old of the first and second albums. There are two new songs in this album.

In his third album, the man who is domiciled in Germany offering guitar playing and voice which is more cool and beautiful. "I've played my music just like that (in his album before), but now I try to make something that is cool and beautiful," he explained.(music.detikhot.com)

Friday, October 22, 2010

Pedagang Kacamata Nyambi Jual Ribuan VCD Porno

IMROEE | LOcal News | Pedagang Kacamata Nyambi Jual Ribuan VCD Porno - Maksud hati ingin meraih untung besar namun petugas keburu mencokoknya. Hal itulah yang dialami Samsul Arifin (36), warga Jalan Asemrowo Mulya 1-B/14-B Surabaya.

Niat ingin memperoleh penghasilan ganda, Samsul 'nyambi' menjadi penjual VCD porno. Barang itu didapat dari produsen VCD porno di Jakarta.

Di hadapan petugas, Samsul mengakui semua perbuatannya. Bapak dua anak ini sengaja menjual VCD Porno karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sebagai penjual kacamata di Komplek Elektronik Tunjungan Center (ETC) tentunya memperoleh keutungan tidak seberapa. Hingga akhirnya pada suatu hari ada seseorang yang menawarinya untuk menjualkan VCD porno tersebut.

Semula aksi yang dilakoninya sejak 6 bulan yang lalu berjalan lancar. Bahkan hasilnya pun cukup menggiurkan. Dalam sehari mampu menjual antara 25-50 keping. Kontan saja, keuntungan yang diperoleh rata-rata Rp200.000,- hingga Rp 500.000,-. "Per kepingnya saya kalikan dengan harga Rp8000,- dan dijual ke konsumen Rp10.000," akunya di hadapan penyidik, Jum'at (22/10/2010).

Meski demikian, Samsul tetap melanjutkan profesinya sebagai penjual kacamata. Hal itu digunakan untuk mengelabuhi petugas. Namun, pihak kepolisian pun akhirnya mencium aksi Samsul.

Dalam menjalankan aksinya itu, Samsul tergolong licin, pihak polisi terpaksa menyamar menjadi pembeli. "Petugas sempat menyamar jadi pembeli, dan hasilnya dapat menangkap tersangka," kata Kompol Wiwik Setyoningsih, Kasubag Humasy Polrestabes.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita 1500 keping VCD dan 500 DVD porna serta uang senilai Rp200.000,- diduga hasil penjualan VCD, ditambah bedag (tempat penyimpanan) VCD porno. "Tersangka dijerat dengan Undang-undang No 44 tahun 2008 dengan ancaman hukuman 6 bulan dan maksimal 12 tahun penjara," tandas Wiwik. (okezone.com)


IMROEE | LOcal News | Pedagang Kacamata Nyambi Jual Ribuan VCD Porno

Friday, October 1, 2010

Pengamat: Janggal Pelaku Tinggalkan Surat Wasiat

Liputan6.com, Jakarta: Tindakan Ahmad Bin Abu Ali membuat surat wasiat sebagai bentuk pembalasan terhadap polisi dianggap aneh. Umumnya pelaku teroris dalam suatu jaringan tak pernah melakoni hal itu. "Tidak pernah ada surat berisi ancaman seperti itu. Biasanya kalau pun ada hanya untuk keluarga saja. Dan biasanya disampaikan secara berantai," tutur pengamat teroris Al Chaidar di Jakarta, Kamis (30/9).

Al Chaidar juga menambahkan, bentuk balas dendam mengatasnamakan jihad adalah keliru. "Melampiaskan emosi-emosi personal itu tidak boleh," ucap Al Chaidar.

Terkait aksi Ahmad bin Abu Ali, tak menutup kemungkinan bakal muncul lagi. Tindakan itu dijalani sebagai bentuk kekecewaan terhadap aksi Detasemen Khusus 88 Antiteror yang eksesif. "Mungkin saja karena ini frustasi sosial yang cukup meluas sekarang," imbuh Al Chaidar.

Ahmad bin Abu Ali terluka terkena ledakan bom yang dibawa dengan sepeda ontel di Kalimalang, Jakarta Timur. Pelaku kini dirawat di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jaktim.(AIS)

Monday, September 27, 2010

Hotel Sheraton Akan Meledak Dalam Satu Jam



BANDUNG - Hotel Sheraton di Jalan Ir H Juanda 390, Bandung, Jawa Barat, mendapat ancaman bom sekira pukul 05.30 WIB, Selasa (28/9/2010).

Ancaman diterima salah seorang operator telepon hotel. Kapolrestabes Bandung Kombes Jaya Subrianto mengungkapkan, penelepon mengancam bahwa hotel akan diledakkan dalam waktu satu jam.
"Mendapat laporan dari hotel, kami langsung datang. Namun sampai saat ini setelah kami periksa itu tidak terbukti," katanya.

Jaya menambahkan, dari laporan pihak hotel, penelepon gelap tersebut diduga berjenis kelamin laki-laki. Namun nama dan usianya masih diselidiki.

Marketing Communication Hotel Sheraton Eddy Soenarno, menjelaskan bahwa ancaman bom tersebut tidak membuat tamu panik. Saat ini jumlah tamu hotel mencapai 70 persen dari 154 kamar yang ada.
"Pada saat kejadian para tamu tidak tahu kalau ada ancaman, kita serahkan kepada polisi," ujar Eddy.

Hingga kini polisi masih menunggu tim gegana yang akan menyisir lokasi.